Laporan: Marwan P. Angku

Palu, 50detik.com– Riang betul dia begitu berhasil mengevakuasi sepeda si Mamet, anak lelakinya kelas 4 SD. Maklum, sejak rumahnya digotong paksa tanah likuifaksi berpindah 100 m dari posisinya di Jln.Sakura Perumnas, bocah tembem itu kecuali sedang tidur tidak menanyakan nasib sepeda itu.

Reo, sang Abi, hari itu sudah hampir 1 jam mengayun-ayunkan sepotong balok di kedalaman hingga 1,5 meter air sehitam oli, meraba kira2 harta apa yg bisa diangkat ke permukaan, dari air yg sudah membusuk, menggenangi seluruh ruangan rumah yang sudah miring itu.

Reo tak berani menceburkan badannya, karena tak jelas air lumpur dari mana yg kian hari menambah kedalamannya, menggenangi hampir semua kawasan perumnas. Bahkan ada yang menghawatirkan lama kelamaan kawasan kurang lebih 4 hektare yang dibangun perumahan tahun 1980, itu bakal menjadi danau baru. Atau, jangan-jangan seperti hikayatnya akan kembali menjadi pusat laut (puse ntasi, orang Kaili bilang di sana).

Tapi Reo saat itu tak terlalu mimikirkan hikayat itu. Yang penting sepeda si Mamet bisa diraba dan dievakuasi. Di ruangan lain rumah mungil itu, 2 orang anak muda yang tak dikenal—karena bukan warga perumnas—juga tengah berpacu mengail barang apa yang bisa diambil. Bahkan seorang diantaranya berani berendam setengah badan. Alhasil usahanya lebih maju dari si empunya rumah. Lebih banyak barang mereka dapat.

Reo yang sedari tadi tak pernah mengaku pemilik rumah, penasaran. Kepada 2 orang itu dia bilang: “Banyak komiu dapat le, gantian kita saya lagi di situ”. 2 org itu bergeser, satu diantaranya mengemasi pendapatannya. Reo yang tidak lagi mendapati apa-apa tinggal bilang, “kalau bisa sisakan juga saya sedikit yang komiu dapat, ini rumah saya,” akhirnya mengaku juga.

“Oh, maaf om kita cuma bacari-cari juga,” kata yang satunya tidak karu-karuan. Mereka beranjak pergi. “Bawa saja yang komiu dapat tapi cepat tinggalkan tempat ini, kalo tidak saya akan tambah korban jiwa di sini dua org lagi,” hardik Reo.

Sampai saat ini yang 2 orang itu tak dikenal, mereka juga tidak tahu kalau Reo yang punya rumah adalah Wakil Ketua DPRD Kota Palu bernama Erfandi.***mpa.

1 KOMENTAR

  1. I’m not that much of a online reader to be honest but your blogs really nice, keep it up! I’ll go ahead and bookmark your website to come back later. Cheers|

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here