Calon Walikota nomor urut 3, Dr Hidayat, M.Si saat pertemuan terbatas dengan warga Donggala Kodi, Kecamatan Ulujadi, F- Sukardi

 

Palu,50detik.com – Calon Walikota Palu, Dr Hidayat, M.Si menghadiri silaturahmi warga  yang dilaksanakan oleh DPD Perindo Kota Palu, di Kelurahan Donggala Kodi, Kecamatan Ulujadi, Rabu  (14/10/2020) lalu. Di hadapan masyarakat, Hidayat mengaku telah menuntaskan harapan masyarakat Palu pada periode pertama sebagai Walikota Palu bersama Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu.

Pada periode sebelumnya, Hidayat menjanjikan pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Hal ini bercermin dari banyaknya anak usia belajar yang tidak bisa bersekolah karena orang tua tidak mampu membiayai sekolah.

“Saya jalan-jalan ke Ujuna dan Kalikoa, banyak sekali anak-anak kita yang tidak bisa bersekolah karena mahalnya biaya masuk sekolah.  Dan komitmen saya saat itu adalah menyelesaikan masalah ini, dan saya bersama pak Pasha Ungu  menggratiskan pendidikan, tidak boleh ada lagi pungutan, ” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, gratisnya pendidikan ini dilakukan dijenjang pendidikan paud negeri, SDN, hingga SMP. Sementara SMA tidak bisa gratis karena diambil alih oleh Pemerintah Provinsi untuk kebijakannya.

“Tapi ditahun 2017, saat SMA masih dibawah kendali Pemkot, kami juga gratiskan. Ada beberapa kepala sekolah yang coba-coba lakukan pungutan, dan itu langsung saya copot, saya pecat. Tapi setelah 2017 ke atas, untuk SMA dan SMK diambil alih oleh pemerintah provinsi. Saya dengar-dengar sudah mulai bayar kembali, ” tegas Hidayat.

Selain itu, kesehatan gratis melalui puskesmas juga telah dilakukan. Masyarakat bisa berobat tanpa harus mencari biaya untuk pengobatan. Ini bukan program nasional, melainkan komitmen Hidayat dalam hal menyelesaikan janjinya bersama Pasha Ungu.

“Saya jamin pendidikan gratis dan kesehatan gratis dilanjutkan, kita tinggal poles sedikit untuk menguatkan kualitas pendidikan kita,” ucapnya.

Kegiatan silaturahmi ini juga dihadiri oleh Ketua DPD Perindo Kota Palu Andri Gultom dan jajaran dengan penerapan protokoler kesehatan yang ketat.

Penulis: Sukardi