Belajar ke BPBD, Dinsos Pasangkayu Tertarik Duplikasi Konsep Tangguh Pangan

Oplus_131072

Pasangkayu, 50detik.com – Ada pemandangan menarik di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu.

Kedua instasi ini BPBD dan Dinas Sosial tidak berada di kabupaten yang berbeda, tetapi masih dalam satu lingkup daerah Pasangkayu.

Menariknya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pasangkayu, Elsi, secara khusus mendatangi kantor BPBD untuk mempelajari konsep ketangguhan pangan yang tengah dikembangkan instansi tersebut.

Kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi. Elsi mengaku ingin menggali lebih dalam strategi yang diterapkan BPBD dalam menjaga ketersediaan pangan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Menurutnya, Dinas Sosial dan BPBD memiliki keterkaitan erat dalam penanganan kebencanaan, terutama saat masyarakat terdampak membutuhkan bantuan dan jaminan ketersediaan bahan pangan.

“Kehadiran kami di BPBD bukan tanpa alasan. Kami ingin belajar tentang konsep ketangguhan pangan yang dikembangkan BPBD. Ini sangat penting karena pangan menjadi kebutuhan utama yang harus tersedia ketika terjadi bencana,” kata Elsi Selasa (21/7/2026)

Elsi menilai langkah yang dilakukan BPBD layak menjadi contoh bagi perangkat daerah lainnya.

Di tengah ancaman bencana dan berbagai kemungkinan gangguan distribusi, kesiapan pangan dinilai menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penanganan keadaan darurat.

Karena itu, konsep tersebut direncanakan akan dipelajari lebih lanjut untuk kemudian diadaptasi dalam program Dinas Sosial.

“Kami melihat ini sebagai langkah yang patut diapresiasi dan dijadikan contoh. Konsep seperti ini perlu diperkuat agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, menyambut baik kunjungan Dinas Sosial.

Ia mengapresiasi inisiatif lintas organisasi perangkat daerah yang ingin bersama-sama memperkuat ketahanan daerah menghadapi berbagai potensi bencana.

Menurut Arhamuddin, konsep tangguh pangan yang dikembangkan BPBD merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mengantisipasi gangguan pasokan pangan yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat bencana alam maupun kondisi lainnya.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Dinas Sosial. Diskusi seperti ini sangat penting karena ketahanan pangan tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja. Perlu kolaborasi lintas sektor,” katanya.

Arhamuddin menjelaskan, menjaga ketersediaan pangan merupakan bagian penting dari strategi pengurangan risiko bencana.

Sebab, ketika bencana terjadi, persoalan yang sering muncul bukan hanya kerusakan infrastruktur, tetapi juga terganggunya distribusi dan pasokan bahan pangan bagi masyarakat.

Karena itu, konsep ketangguhan pangan diharapkan menjadi salah satu benteng awal yang mampu menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat di tengah situasi darurat.

Pertemuan antara Dinas Sosial dan BPBD tersebut menjadi sinyal kuat bahwa isu ketahanan pangan kini tidak lagi dipandang sebatas urusan pertanian atau distribusi logistik.

Di baliknya, tersimpan strategi besar untuk memastikan masyarakat tetap bertahan ketika bencana datang tanpa peringatan.(*)

Pos terkait