Laporan: Darmawan

Pasangkayu,50detik.com- Dampak bendungan amruk di Desa Kalukunangka, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat menjadi penyebab puluhan hektare sawah kekeringan di Desa Bambaira.

Akibat dari itu, puluhan haktare sawah milik warga Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ini kekeringan dan membuat tanaman padi mati dan layu lantaran tidak ada lagi serapan air.

Air sungai yang berada di desa kalukunangka diandalkan itu tidak lagi bisa masuk ke dalam irigasi akibat bendungan pengatur air itu amruk beberapa tahun lalu. Akibatnya ratusan hektare sawah milik warga kekeringan dan terancam puso.

Warga disana pun tidak bisa berbaut apa-apa dengan kendisi itu, karena untuk melakukan perbaikan dibutuhkan alat berat untuk pengaturan air agar masuk ke irigasi melalaui bendungan untuk mengaliri sawah-sawah yang kekeringan itu.

“Padi yang biasanya kami panen empat kali dalam setahun ini tampaknya di tahun ini  tidak lagi. Ini sebabkan air  sungai dari bendungan irigasi biasa difungsikan menyuplai air di musim kemarau juga tidak bisa berpungsi karena amruk beberapa tahun lalu”  Terangnya Agussalim selaku tokoh pemuda Bambaira

Oleh karena itu, ia berhapat pemerintah turun tangan untuk membantu perbaikan bendungan yang amruk tersebut. Sebab untuk tenaga manusia tidak cukup sehingga dibutuhkan alat berat perupa excavator.

Diketahui kemarau panjang seperti ini sempat terjadi beberapa tahun lalu namun tidak separah seperti kondisi seperti saat ini dari sebelumnya. Karena air dari bendungan tersebut masih bisa diatur untuk mengaliri sawah-sawah warga di Desa Bambaira.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here