APAKAH BATARA GURU SEBAGAI MULAITOE DI ALE LUWU ?.

oleh.Nawawi Sang Kilat. (Bang Awie)

Berbicara tentang Luwu, maka sulit dipisahkan dengan Batara Guru, ada yang menganggap bahwa Batara Guru adalah Tomanurung Tana Luwu, sebagai kausa prima dan lainnya, kadang orang beranggapan bahwa BATARA GURU adalah manusia pertama di tanah Luwu, anggapan ini sangatlah keliru, karena Batara guru tidak datang dalam sebuah daerah hampa atau tidak berpenghuni dalam wira carita yang terpelihara baik di Ale Luwu, diceritakan bahwa kedatangan Batara Guru di Tana Luwu awalnya kurang diterima oleh masyarakat lokal dan terjadi penolakan, akan tetapi lama kelamaan mereka bisa diterima apalagi mereka yang telah mengajarkan cara bercocok tanam pada masyarakat di sekitar BILASSALAMOA (Kebun Dewata) yaitu antara Gunung Lampenai dan Ussu.

Disebutkan bahwa mengajarkan masyarakat becocok tanam, ini berarti sudah ada masyarakat adat sebelum Batara guru datang.

Lalu siapakah masyarakat adat itu, Masyarakat adat itu adalah suku suku disekitar.Bilassalamoa yg terdiri atas Towotu,Towuti,Topadoe,
Topamona,Tolaki,
Tobajoo, dan lainnya
Itulah sebabnya sehingga manusia towotu,towuti,topadoe,tolaki,topamona,tobajoo tdk menyebut dirinya sebagai keturunan Batara Guru atau ,Keturunan Sawerigadi.

Sebelum Batara guru datang di tanaluwu sudah ada struktur adat Macoa Bawalipu oleh PUA LAMPENAI, serta struktur adat suku suku yg lain.
Penduduk asli Tana Luwu diatas hidup berdampingan dgn suku pendatang yg dimulai sampai berdirinya Kerajaan Luwu, dan Batara Guru lah menjadi Datu yg pertama. Berdirinya Luwu , berdiri diatas teritorial yang sama dengan Kemacoaan, hal ini bisa terjadi karna hasil pertemuan antara Macoa dan Batara Guru disepakati bahwa Luwu akan di kembangkan sementara Kemacoan sama sekali tidak , hanya sebatas ujung Bugadidi sebagian kecil Kecamatan Bone bone sekarang,
Hal ini tergambar antara Kemacoan dan Kedatuan Lambang atau simbolnya sama yaitu PAYUNG hanya bentuk Payungnya yang berbeda, Kemacoaan TIDAK TERBUKA LEBAR, ( Lihat tugu Lalambate Tarantajo di Wotu) sementara Payung Kedatuan PAYUNG YG TERBUKA LEBAR , maknanya Wilayah nya akan diperluas berbeda dengan Kemacoaan wilayahnya TETAP TDK DIPERLUAS. Itulah sebabnya Kedatuan itu mereka sebut LUWU berasal dari kata LUWO yang berarti LUAS. Melihat peristiwa awal berdirinya Luwu sehingga WOTU disebut BUKAN PALILI LUWU akan tetapi DOMAIN LUWU.

Dan selanjutnya setelah Luwu runtuh dan Datunya saat itu adalah Datu Anakaji hijrah ke Lelewaru Sulawesi Tenggara sekarang.

Dalam perkembangan Luwu makin menarik setelah datang nya suku Bugis di Luwu melalui Malili ( Oxis dan Unhas) dan menetap disekitar Cerrea atau Cerekeng Ongkona dan sekitar Ussu atau Dussu .Ussu didiami oleh Suku Wotu.

Maka, jika penduduk (Bugis ) yg belakangan ini juga mengklaim bahwa mereka keturunan Sawerigading, maka juga adalah hal yg sangat wajar dan betul krn telah terjadi kawin mawin didalamnya. Saat itu kawin mawin antara penduduk lokal utamanya Wotu dan Bugis sangat berlangsung cepat sehingga orang Wotu yang awalnya yg kesehariannya berbahasa Wotu menjadi berbahasa Wotu dan berbahasa Bugis sampai sekarang ,utamanya sekarang kita temui di Lepa-lepa, Burau, Bungadidi dan sekitarnya.

Demikian sekelumit dari mulaitoe
Semoga punya arti.
KP3 (Komunitas Pea Pogalu Palu)

Pos terkait