Oleh . Nawawi Sang Kilat.
Bicara soal TANA BANGKALA bagi suatu Kerajaan adalah hal yang paling utama karena disinilah Raja di kukuhkan, hal yang sama berlaku di Luwu demikian juga Bone.
Terhadap TANA BANGKALA ini jika kita lihat khusus di Luwu dan di Bone sangat berbeda jauh, di Luwu sangat memprihatikan sementara di Bone sangat jauh lebih maju di bandingkan Luwu yang sangat jauh ketinggalan .
Sementara kita ketahui TANA BANGKALA awal di Luwu selisihnya kurang lebih 400 tahun dibandingkan dengan di Bone .
TANA BANGKALA di Luwu sekitar abad ke IX Masehi sementara TANA BANGKALA di BONE sekitar abad ke XIII Masehi.
Jika ingin membandingkannya antara Luwu dan Bone terhadap situs ini tidaklah salah jika disebut bahwa bedanya ANTARA BUMI DAN LANGIT.
Dibawah ini diulas secara sekilas TANA BANGKALA di Luwu.
SEKILAS TENTANG TANA BANGKALA.
(Negara Luwu Purba).
TANA BANGKALA,
Tana Bangkala di Wotu berada di selatan Kota Wotu sekarang tepatnya Kampo Tambosou ( Kampo Lau),
Tana Bangkala, berarti tanah yang mengkal ( Mendekati masak), tanah ini adalah tempat pelantikan atau pentah-bisan seorang Calon DATU ( Raja) menjadi seorang Datu maupun PAYUNG ( Pelindung) atau pengayom negeri Luwu dan masyarakatnya.
Situs Tana Bangkala yang terdapat di Wotu, merupakan tempat pelantikan Datu-datu Luwu sejak zaman Batara Guru hingga Raja-raja,Luwu di zaman Lontara.
Ketika pusat pemerintahan Luwu dipindahkan secara berturut-turut le Lelewawo, Kamanre, Pao ( Malangke), Calon raja-raja Luwu yang akan naik tahta, masih di tahbiskan di tana Bangkala yg ada di Wotu itu, dan kemudian dibuatkan duplikatnya ( tiruannya) di Palopo ketika pusat pemerintahan dipindahkan di kota itu pada awal abad ke 17 Masehi.





