Mamuju, 50detik.com-Gempa yang menghantam Mamasa, Sulbar, Sabtu, 3 Nopember 2018 menyebabkan sebagian warga memilih mengungsi, karena masih merasa trauma. khawatir terjadi gempa susulan, namun sebagian lagi yang lain memilih membangun tenda di lapangan terbuka.
“Gempa masih terasa walaupun tidak terlalu besar tetapi karena warga terlanjur trauma sehingga kami tetap khawatir,” ujar Tompo, warga Kabupaten Mamasa yang dihubungi dari Mamuju, Senin.

Ia mengatakan, sebagian warga masih takut tidur di dalam rumah dan memilih bertahan di tenda di ruang terbuka, akibat khawatir terjadi gempa susulan yang terjadi terus menerus.

“Hari ini, masih ada beberapa warga yang memasang tenda di Kantor KPU Mamasa karena khawatir akan terjadi gempa susulan. Saat terjadi guncangan yang cukup keras pada Sabtu (3/11), tidak ada warga yang berani menginap di dalam rumah dan terpaksa membangun tenda di samping rumah,” tutur Tompo.

Apalagi, lanjutnya, guncangan gempa pada Sabtu (3/11) terjadi secara beruntun hingga menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan.

“Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui wakil bupati telah menyampaikan imbauan kepada warga agar tidak panik namun tetap waspada dan jika terjadi gempa agar segera mencari tempat aman, seperti tanah lapang dan jauh dari pohon-pohon besar serta menghindari tebing,” ucapnya.

“Memang, di Kabupaten Mamasa jauh dari laut sehingga yang dikhawatirkan jika terjadi guncangan gempa yang cukup besar adalah bangunan ambruk dan longsor. Jadi, pada hari Sabtu itu (3/11) guncangan gempa terjadi sepanjang hari,” terang Tompo.

Warga di Kabupaten Mamasa, tambahnya, juga tengah mempersiapkan diri jika terjadi gempa dengan menyimpan dokumen berharga.

“Saat ini, saya sedang menyiapkan dokumen-dokumen penting untuk disimpan di tempat yang aman dan mudah dijangkau sehingga jika terjadi apa-apa bisa langsung diselamatkan. Namun, kami berharap tidak ada lagi gempa,” ujar Tompo.

Berdasarkan data BMKG, gempa yang melanda wilayah Kabupaten Mamasa pada Sabtu (3/11) berlangsung sejak pukul 10.30 Wita dengan kekuatan 4,7 magnitudo, kemudian pukul 13. 04 Wita dengan kekuatan 4,6 magnitudo dan terparah pada pukul 16.44 Wita dengan kekuatan 4,9 magnitudo serta pukul 17.09 Wita dengan kekuatan 3,7 magnitudo.

Gempa kembali terjadi pada Minggu (4/11) sekitar pukul 06.14 Wita dengan kekuatan 4,6 magnitudo selanjutnya pukul 09.30 Wita dengan kekuatan 3,2 magnitudo serta pukul 14. 08 dengan kekuatan 3,4 magnitudo.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar Darno Madjid, saat akan dikonfirmasi terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Mamasa tersebut, tidak mengangkat telepon genggamnya. (ant/trb/mms/mat)

2 KOMENTAR

  1. Right here is the right webpage for anyone who wants to find out about this topic. You realize so much its almost tough to argue with you (not that I actually would want to‚ĶHaHa). You certainly put a fresh spin on a subject that’s been written about for a long time. Wonderful stuff, just wonderful!|

  2. Undeniably imagine that which you said. Your favorite justification seemed to be at the internet the easiest thing to bear in mind of. I say to you, I definitely get irked at the same time as other folks think about concerns that they plainly do not recognise about. You controlled to hit the nail upon the top and outlined out the entire thing without having side-effects , people could take a signal. Will probably be back to get more. Thanks|

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here