Bogor – Terkait wabah Corona, pada Sabtu (29/03/2020) Ditjen PHU Kemenag RI dikritisi tajam oleh salah seorang anggota dewan yang terhormat yang ditayang di salah satu media online berjudul :Pelaksanaan Haji Ditutup Calon Jamaah Tetap Diminta Lunasi BPIH, Fadli Zon: Logika Kemenag Menyedihkan.”

“Saya pribadi menanggapi secara khidmat apa yang dikritisi beliau (Fadli Zon) dengan argumentasi yang ia bangun cukup logis (bukan judul newsnya),” ujar HM Affan Rangkuti, Ketua Umum Pengurus Besar Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI) melalui pesan tertulisnya, Senin (30/03/2020).

Lanjut kehidmatan Affan, hanya saja adakalanya sebuah logika berfikir tak akan selalu benar jika dihadapkan dengan invisible hand (tangan tak terlihat). Tak ada yang bisa membantah di dunia ini jika berfikir peluang adalah berfikir matematika, namun jangan lupa bahwa matematika bukan merupakan aksioma dengan menterjemahkan peluang sekecil apapun adalah sebuah kegagalan.

“Berkhidmatlah dengan peristiwa Badar, dan berkhidmatlah dengan peristiwa di Lembah Hunain, apakah matematika memastikan peluang adalah sebuah kegagagalan. Belum tentu,” ungkapnya.

Affan berharap agar tetap melanjutkan persiapan penyelenggaraan haji, sebab itu merupakan satu usaha setelah doa dalam rangka tawakkal, itu yang diajarkan agama kepada kita.

“Tidak ada salahnya mempersiapkan, justru apabila kita diam saja, lalu tiba-tiba situasinya berubah, maka kesulitan nantinya. Eloknya beliau memberikan apresiasi dengan apa yang sudah dilakukan serta memberikan dukungan serta membantu efektivitasnya,” himbau Ketum Affan Rangkuti.

Saya sendiripun sudah membuat satu hitungan matematika dengan rumus peluang, dan peluang haji tahun ini secara matematik memang kecil terselenggara, akan tetapi saya tak mau menafikan namanya kekuasaan Allah Swt. Mengapa? Siapalah kita dibanding-Nya.

Ahli ekonomi dunia, ahli filsafat yang namanya saja melegenda sulit kita seperti mereka, ditambah lagi bukunya pun menjadi buku panduan wajib bagi semua mahasiswa bidang ekonomi di dunia ini. Satu kalimat dia tuliskan invisible hand, padahal penulisnya bukan seorang muslim.

“Adalah Theory of Moral Sentiments (1759) dan diperkuat The Wealth of Nations (1776) Adam Smith menyematkan kalimat invisible hand di dalamnya,” kata Affan Rangkuti.

Jadi, menurut saya dengan rasa khidmat kembali kita abaikan kritik apapun dan saya harap semua Pengurus Besar dan Pengurus Wilayah FKAPHI agar menyampaikan kepada jemaah haji apabila bertanya tentang penyelenggaraan haji tahun ini.

“Sampaikan kepada jemaah bahwa persiapan terus dilakukan oleh Kemenag karena itu adalah usaha, doa tetap dipanjatkan dan selanjutnya bertawakkallah, karena Islam mengajarkan akan hal itu. Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah. Kita istikamah mendukung sukses haji,” pinta Affan kepada pengurus besar dan pengurus wilayah.

Sumber: Humas Bid. Haji Kemenag Sulteng