Luwuk50detik.com-Menyadari semakin merosotnya populasi Macrocephalon Maleo (Burung Maleo) unggas endemik yang menjadi ikon Kabupaten Banggai ini, Essa PT Panca Amara Utama (PAU), telah mengambil langkah konkrit dengan membuat program penyelamatan unggas yang dilindungi itu.

Selain menyosialisasikan kepada masyarakat untuk menjaga kelangsungan unggas langka itu, perusahan tersebut membangun unit penangkaran Maleo disekitar lokasi kilang PT PAU Desa Uso Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Sulteng.

Sejak program ini dijalankan, telah ratusan burung maleo dilepas liarkan di salah satu habitatnya di kawasan Suaka Margasatwa Bakiriang kecamatan Batui.

Anakkan maleo yang dilepas liarkan tersebut merupakan hasil penangkaran dari penetasan melalui incubator khusus. Adapun yang ditetaskan tersebut merupakan hasil sitaan BKSDA Sulteng.

Apa yang dilakukan oleh manajemen ESSA PT PAU selain menyelamatkan maleo dari kepunahan ternyata upaya itu mendapat apresiasi berupa penghargaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Penghargaan itu diserahkan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK RI, Ir Wiratno M.Sc, yang diterima oleh Manager Eksternal Relation & Security ESSA PT PAU Hermawan Adi, di Palu Rabu (15/9/2021).

Menurut Manager Eksternal Relation & Security ESSA PT PAU Hermawan Adi dalam momen itu bahwa perusahannya tetap berkomitmen dan terus mendukung upaya-upaya konservasi alam dan lingkungan. Sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pemerintah dalam menjaga kelestarian alam.

“Kami akan terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam dan eksistensi burung maleo agar tidak terjadi kepunahan,” pungkasnya.*/moel