Salah satu bangunan rumah transmigrasi yang sudah ditinggalkan warga

Laporan Suleman Dj. Latantu

BUOL 50Detik com. Warga Dusun III Desa Poongan Kecamatan Bokat Kabupaten Buol, saat ini mengeluh akibat kondisi kehidupan mereka yang tidak pernah mendapat sentuhan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Buol. Padahal Dusun III (Lrimu) tempat mereka bermukim saat ini merupakan lokasi transmigrasi sisipan lokal yang telah dibangun Pemerintah tahun 2010, yang keberadaanya dibuktikan dengan bangunan perumahan transmigrasi untuk warga dan sejumlah bangunan fasilitas umum, seperti bangunan Gedung Sekolah SD, bangunan Puskesmas Pembantu serta pembukaan areal persawahan yang cukup luas.

Bangunan Sekolah SD dan Puskesmas Pembantu tidak difungsikan lagi

Pantauan media ini Minggu 19 September 2021 menunjukkan, kondisi kehidupan warga disana, sangat memprihatikan. Dimana mereka kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Hal itu disebabkan karena fasilitas sarana air bersih yang dibangun pemerintah saat ini sudah rusak dan tidak berfungsi lagi, termasuk lampu penerangan listrik juga belum ada, sementara jaringan listrik yang ada saat ini belum berfungsi karena pembangunanya baru sebatas pada pemancangan tiang dan bentangan kabel induknya di sisi kiri jalan. Menyusul kondisi ruas jalan yang ada, sudah rusak, termasuk bangunan Sekolah SD dan Puskesmas Pembantu, juga demikian dan selama ini tidak difungsikan lagi sebagaimana biasanya.

Tokoh Masyarakat, Nogio Rakamah ( 80 ) Tahun

Salah seorang tokoh masyarakat Nogio Rakamah (80) tahun, mengatakan, akibat kondisi lingkungan yang tidak mendukung, saat ini sudah banyak warga terpaksa harus pindah meninggalkan rumahnya untuk mencari suasana kehidupan di tempat lain. “Kalau tidak salah, diperkirakan sudah ada puluhan KK yang pindah ke tempat lain untuk mencari suasana kehidupan baru” jelas Togio kepada media ini di rumah kediamanya di dusun tersebut

Melihat kondisi tersebut, Togio berharap agar Pemerintah Kabupaten Buol maupun Pemerintah Desa Poongan, dapat mengatasi permasalahan yang mereka rasakan selama ini. Karena selama ini pihak pemerintah tidak pernah lagi datang berkunjung melihat secara langsung tentang keadaan yang sebenarnya di dusun tersebut

“Apa yang saya ceritakan ini, adalah keluhan dan jeritan hati kami sebagai warga yang benar benar sangat membutuhkan kepedulian dan perhatian dari pemerintah untuk dapat mengatasi permasalahan kami selama ini” ujar Tugio menambahkan