Laporan : Mulyadi T Bua

Luwuk50detik.com-Bupati Banggai terpilih Pemilihan Kepala (Pilkada) 2020, Amiruddin Tamoreka-Furqanuddin Masulili (AT-FM), tinggal menghitung hari menuju agenda pelantikan Delapan Juni 2021 pekan depan.

Meski belum dilantik, harapan dari pelbagai kalangan, baik itu birokrasi, politisi, pelaku usaha bahkan seluruh lapisan masyarakat dengan status sosial yang beragam, terus dialamatkan pada mereka berdua. Asa itu tak tak lain, pembenahan sistem birokrasi, peningkatan ekonomi rakyat dan revitalisasi infrastruktur publik.

Salah seorang diantaranya adalah Sekab yang menginginkan perubahan di daerah ini, khususnya di wilayah tempat tinggalnya. Tetapi Sekab yang dimaksud, bukan Sekretaris Kabupaten (Sekab), tapi dialah salah sorang tokoh adat Komunitas Adat Terpencil (KAT) Loinang di Dusun Tombiobong Desa Maleo Jaya.

Pria kharismatik dimata komunitasnya itu meminta kepada Bupati terpilih AT-FM agar segera ‘mendandani’ dusunnya. Permintaan normatif dan sangat sederhana itu menjadi hal yang istimewa bagi Sekab dan warga dusun lainnya, jika itu terealisasi.

“To utus-utus ola mompoita, belei pamalentah, atina kalajangan pokopiani ka kalangaan nao’ bau i kampung mami,” (Warga hanya meminta kepada pemerintah agar akses jalan diperbaiki dan penerangan/listrik) ujarnya dengan dialeg Saluan kental kepada sejumlah wartawan yang menginterviunya.

Akses Transportasi Buruk

Akses untuk menuju KAT Loinang dapat ditempuh perjalanan darat dengan kendaraan roda empat sekitar tiga jam dari pusat kota Luwuk, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekira empat kilo meter melintasi satu sungai besar dan dua sungai kecil.

Bila musin penghujan wilayah tersebut menjadi terisolir dikarenakan luapan air sungai yang menyebabkan akses terputus.
Akses yang cukup jauh membuat masyarakat di Dusun Tombiobong kesulitan untuk mengakses fasilitas transportasi, pendidikan dan kesehatan.

Tadinya warga KAT Loinang hidup nomaden (berpindah-pindah), sesuai dengan kebiasaan mereka bercocok tanam, berburu atau mencari hasil hutan. Namun sejak beberapa tahun silam, pemerintah merelokasi mereka di Dusun Tombiobong, tujuan pemerintah itu lain untuk meningkatkan kehidupan sosial yang lebih baik. Namun sarana pendukung lainnya seperti akses jalan maupun penerangan atau listrik, belum dinikmati 32 Kepala Keluarga (KK) 29 KK komunitas asli dan 3 KK warga pendatang yang menetap disana.

Taat Aturan

Meski jauh dari hiruk pikuk kehidupan modern mereka tetap adalah warga Indonesia yang taat pada aturan. Buktinya partisipasi warga komunitas adat asli Loinang di Tombiobong, ikut berpartisipasi dalam Pilkada 2020. 32 KK yang terdata sebagai wajib pilih telah menggunakan hak demokrasi mereka dengan memenangkan pasangan Amir Tamoreka-Furqanuddin Masulili. Meski tidak diketahui secara pasti angka kemenangan namun dari pengakuan Sekab, pasangan itu menang di TPS Dusun Tombiobong.***