Almarhum Brigadir Herik Kriswanto, SH (foto:humaspolda sulteng)

Laporan: Rahmat Pratama

Palu, 50detik.com – Personil Brimob Polda Gorontalo, Brigadir Herik Kriswanto, SH gugur dalam tugas kemanusiaan di Sigi.

Sebelum ke Sigi untuk menjalankan misi kemanusiaan membantu korban bencana  likuifaksi dan banjir bandang, almarhum sudah disarankan untuk operasi usus buntu saat bertugas operasi di Papua. Namun dirinya menolak dengan alasan masih ringan dan tetap bertugas seperti biasa. Sekembalinya dari Papua almarhum juga disarankan untuk berobat dan melakukan operasi, namun tetap menolak dan memilih berobat jalan.

Tanggal 28 September 2018 terjadilah bencana besar di Palu, Sigi dan Donggala, dan atas perintah pimpinan Polri maka Polda sekitar untuk ambil bagian melakukan upaya pertolongan dan rekonsiliasi korban gempa. Mendengar kejadian tersebut Brigadir Herik ikut ambil bagian dan berangkatlah ke Sulawesi Tegah. Almarhum ditugaskan di kabupaten Sigi yang merupakan daerah yang terdampak gempa dan likuifaksi serta banjir bandang. Siang malam almarhum bekerja tanpa lelah dan tidak minta dipuji. Semuanya demi masyarakat yang memang membutuhkan pertolongan.

Senin  malam 12 Nopember 2018 almarhum mengeluh sakit perut. Melihat hal tersebut rekan-rekan almarhum memaksa membawa ke rumah sakit Bhayangkara Palu untuk segera ditangani. Saat sedang ditangani almarhum masih ingin keluar rumah sakit untuk tetap bertugas membantu masyarakat yang terdampak gempa. Namun melihat kondisinya yang tidak memungkinkan pihak rumah sakit melarang almarhum keluar.

Tim dokter rumah sakit Bhayangkara berusaha sekuat tenaga untuk memberikan perawatan medis terhadap almarhum. Namun Allah berkehendak lain, Brigadir Herik Kriswanto, SH harus menghadap Sang Pencipta sekitar pukul 08.00 wita. Rekan-rekan almarhum seolah tidak percaya, bahkan setelah dinyatakan meninggal wajahnya seolah sedang istirahat tidur.

Sumber: Humas Polda Sulteng

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here