Asisten CSR dan Social Engagement PT Letawa, Hadiana saat menyerahkan secara simbolis tas belanja ramah lingkungan diterima Ketua PKK Desa Makmur Jaya, Arniati di Balai Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu (50detikcom/ist)

Pasangkayu,50detik.com- PT Letawa sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di industri perkebunan kelapa sawit konsisten menjalankan Catur Dharma Astra. Hal ini direalisasikan dalam bentuk Program Public Contribution (PPC).

sebagai salah satu  menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, anak perusahaan PT AAL Tbk, yakni PT Letawa kali ini  menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hidup lewat program public contribution bidang lingkungan di Desa Martasari, Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat.

Program Publik Contribution dikemas dalam bentuk kegiatan sosialisasi gerakan kurangi penggunaan plastik dan penyerahan tas belanja ramah lingkungan bagi kader lingkungan PKK Desa Martasari. Sosialisasi gerakan kurangi penggunaan plastik dilaksanakan di Balai Desa Makmur Jaya, Selasa (5/10/2021).

Manajemen PT Letawa diwakili Asisten CSR dan Social Engagement, Hadiana menjadi narasumber mengatakan, sampah plastik masih menjadi momok di masyarakat.
“Kita masih sering menemui sampah plastik di sekitar kita. Bahkan ada yang kita temukan di parit, sungai, hutan, bahkan di laut,” kata Hadiana dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, tanpa kita sadari, alam kita telah dirusak oleh sampah plastik tersebut. Semua itu dimulai dari kurangnya kesadaran masyarakat akan bahayanya sampah plastik.

“Maka dari itu, melalui kegiatan sosialisasi ini, kami dari PT Letawa bermaksud untuk mengimbau dan mengajak masyarakat Desa Makmur Jaya untuk meningkatkan kesadaran akan berbahayanya sampah plastik,” tutur Hadiana.

Ia menyatakan, upaya sederhana yang dapat kita lakukan dari diri sendiri seperti dari skala rumah tangga adalah dengan mengurangi penggunaan barang-barang plastik sekali pakai.

Dirinya mencontohkan, biasanya kita berbelanja menggunakan tas kresek atau plastik. Mulai sekarang kita ganti dengan tas belanja ramah lingkungan.

“Contoh lainnya, jika sebelumnya kita menggunakan botol air mineral plastik diganti dengan tumblr. Dan masih banyak penerapan lainnya,” ujar Hadiana.

Hadiana berharap besar, di bawah koordinir Kades dan Ibu Ketua PKK Desa Makmur Jaya, kader lingkungan dan seluruh lapisan masyarakat di Desa Makmur Jaya mau bersatu, saling bahu-membahu.

“Mari saling mengingatkan untuk konsisten melakukan upaya pengurangan penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari. Semua upaya ini demi terwujudnya lingkungan sekitar kita yang lebih hijau dan lebih sehat,” harapnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Makmur Jaya, Ahmad Haeruddin A menyampaikan, Pemerintah Desa Makmur Jaya sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini.

“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi warga, khususnya bagi kesehatan lingkungan hidup di areal desa kami. Besar harapan kami, sinergi warga desa dengan PT Letawa terus berlanjut kedepannya,” papar Haruddin.

Senada Ketua PKK Desa Makmur Jaya, Arniati Haeruddin mengatakan dirinya mewakili seluruh anggota PKK dan kader lingkungan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Letawa.

Sambung Arniati, kami sangat bersyukur mendapatkan ilmu baru dalam menjaga lingkungan. Materi yang disampaikan Ibu Hadiana sangat sederhana tapi mengandung nilai manfaat yang besar.

“Saya bersama seluruh kader lingkungan PKK Desa Makmur Jaya akan meneruskan ilmu yang didapatkan sekarang kepada warga kami lainnya. Harapannya, jumlah sampah plastik bisa dikurangi semaksimal mungkin dari lingkungan kami,” imbuhnya.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, Hadiana mewakili manajemen PT Letawa menyerahkan 100 buah tas belanja ramah lingkungan. Tas diterima oleh Ketua PKK Desa Makmur Jaya, Arniati.

Terpisah, Community Development Officer (CDO) PT Letawa, Novie Kojongian menjelaskan, ini kegiatan merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) PT Letawa di bidang lingkungan.

“Tujuan digelarnya sosialisasi agar masyarakat lebih bika lagi dalam meperlakukan sampah, terutama plastik. Dimanapun kita berada harus bijak dalam memperlakukan sampah. Jadikan kepedulian tersebut menjadi pola kehidupan sehari-hari,” kata Novi.

Di menjelaskan, di lingkungan kita mari melakukan gerakan bersama, seperti menggunakan surat elektronik (e-mail) sebagai media persuratan dan tidak menggunakan air mineral dalam kemasan sekali pakai.

Sambung Novi, kemudian tidak menggunakan sedotan plastik, minimalisasi sampah kertas dengan menggunakan dua sisi, tidak membakar sampah, dan membuang sampah pada tempatnya.

“Lingkungan kantor dan masyarakat bisa melakukan gerakan untuk tidak menggunakan barang-barang yang berbahan plastik. Selain itu, marilah kita membuang sampah pada tempatnya,” imbuhnya (dr)