Pasangkayu, 50detik.com — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasangkayu bersama warga Desa Ako menagih janji perbaikan jalan kepada perusahaan sawit dalam rapat dengar pendapat di DPRD Pasangkayu, Kamis (21/5/2026).
RDP dipimpin Ketua Komisi II DPRD Pasangkayu, Farid Zuniawansyah, dan dihadiri pihak perusahaan sawit serta Dinas PUPR Pasangkayu.
Ketua HMI Pasangkayu, Suparman, menilai perusahaan belum merealisasikan komitmen perbaikan jalan yang sebelumnya disampaikan saat aksi demonstrasi.
Menurutnya, kondisi jalan di Desa Ako semakin memprihatinkan akibat aktivitas kendaraan perusahaan.
Saat panas jalan dipenuhi debu, sedangkan ketika hujan berubah becek dan sulit dilalui warga.
HMI juga mempertanyakan janji pengadaan sertu atau timbunan jalan sebagai solusi sementara, sekaligus menyoroti pemanfaatan dana CSR perusahaan yang dinilai belum maksimal membantu masyarakat.
Pihak perusahaan melalui CDAM, Hermanto Rudi, menyebut perusahaan rutin melakukan penyiraman jalan dengan anggaran sekitar Rp10 juta per bulan untuk mengurangi debu.
Terkait tuntutan, tersebut pihak perusahaan akan melakukan perbaikan jalan yang menjadi tuntutan hasiswa dan warga.
Namun pernyataan itu mendapat sorotan dari HMI dan warga yang meminta anggaran tersebut dialihkan untuk perbaikan permanen jalan.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu, Muhammad Dasri, mendesak perusahaan segera mengambil langkah nyata melalui pengadaan sertu dan perbaikan permanen menggunakan dukungan CSR.
Dasri meminta Dinas PUPR segera menyiapkan desain perbaikan jalan agar pengerjaan dapat segera direalisasikan.
Ia juga mengungkapkan perusahaan sebelumnya telah menandatangani komitmen penanganan jalan tersebut. (*)





