Palu, 50detik.com–Kualitas SDM handal ikut dipengaruhi kondisi ketahanan keluarga karena dengan memiliki keluarga kecil, orangtua dapat memberi perhatian dan pengasuhan yang cukup kepada anaknya.

Tapi 5 dekade terakhir, jumlah penduduk Sulteng malah bertambah sampai 4 kali lipat dari 913 ribu tahun 1971 menjadi 3 juta jiwa pada 2019.

Padahal penambahan penduduk yang tidak dibarengi peningkatan kualitas dapat melahirkan beban bagi pembangunan.

“Olehnya melalui program banggakencana kita berupaya meningkatkan sinergi untuk mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga,” kata gubernur dalam sambutan yang dibaca Kadis Kesehatan Sulteng dr. Renny A. Lamadjido, Sp.PK pada acara Rapat Kerja Daerah Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) tingkat Provinsi Sulteng Tahun 2020, Kamis (27/2), di hotel Santika.

Di samping penambahan penduduk tadi kasus kelahiran pada usia remaja juga jadi fokus yang mesti dientaskan.

“Kondisi ini dapat Saya sebut dengan anak-anak melahirkan anak-anak,” kata gubernur lewat kadis, setelah menengok data SDKI 2017 bahwa ada 60 kelahiran hidup dari 1000 remaja perempuan usia 15-19 tahun.

Prevalensi stunting juga diharap gubernur dapat terus ditekan lewat sinergi pemda dan BKKBN yang mana tahun lalu sukses diturunkan sampai 21,3 %.

“Untuk itu Kami harap bantuan BKKBN agar target prevalensi turun sampai 14 % pada 2025,” kata kadis menambahkan.

Sementara Kepala BKKBN pusat dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG mengatakan untuk mencegah stunting bukan hanya dimulai pada 1000 hari pertama kehidupan tapi sejak 75 hari sebelum pembuahan.

Olehnya Ia menyarankan agar calon generasi yang lahir sehat dan berkualitas maka orangtua wajib memenuhi kecukupan gizi seperti mineral zinc dan asam folat.

Mantan Bupati Kulonprogo juga mengharap supaya pasangan usia subur mengatur interval kehamilan dan orangtua menerapkan pola asuh yang sesuai perkembangan zaman kepada anaknya.

“Didiklah anak cucumu sesuai dengan zamannya bukan zamanmu,” pungkasnya.

Rakerda lalu dibuka Kepala BKKBN dengan memukul gimba.

Pada kesempatan yang sama dilaksanakan MoU antara BKKBN Sulteng dengan mitra kerja, deklarasi zona integritas dan penobatan Bupati Bangkep sebagai Ayah Genre Bangkep.

Sumber: Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng