Kolonodale, 50detik.com – Bupati Morowali Utara (Morut) Moh. Asrar Abdul Samad mengatakan bahwa pengukuhan Forum GenRe tingkat kabupaten bertujuan untuk memberikan wadah bagi remaja, khususnya remaja di Kabupaten Morowali Utara.

Selain sebagai sarana untuk membantu remaja agar memiliki pengetahuan, kesadaran, sifat, dan perilaku kehidupan yang sehat dan bertanggung jawab serta pengetahuan yang luas sebagai remaja sehingga terbentuk remaja yang berkualitas unggul, cakap, serta memiliki budi pekerti baik.

Demikian sambutan Bupati Morut yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Morut, Victor Tamehi, pada pengukuhan pengurus Forum GenRe Morut periode 2020-2022, Jumat (27/11/2020) di Hotel Puncak Bougenville, Kolonodale, Morut.

Dengan terbentuknya forum ini, kata Victor, maka akan terjalin komunikasi remaja, meningkatkan kualitas remaja, dan terhindar dari kenakalan remaja (seksualitas, HIV dan AIDS).

Para anggota Forum GenRe diharapkan dpat membantu pemerintah didalam upaya pembentukan karakter bangsa dikalangan anak muda. Forum GenRe diharapkan menjadi wadah untuk mengembangkan karakter generasi muda di wilayah Kabupaten Morowali Utara menjadi karakter yang berkualitas.

“Dengan adanya Forum GenRe maka saya optimis generasi muda Kabupaten Morowali Utara akan menjadi generasi yang kreatif dan inovatif serta generasi yang siap menyongsong masa depan. Saya sangat mengapresiasi keberadaan Forum GenRe di Kabupaten Morowali Utara ini, dan dikesempatan ini, kami ingin menyampaikan penghargaan serta terima kasih sebesar-besarnya kepada para pembina dan keluarga besar Forum GenRe di Kabupaten Morowali Utara yang telah merespon positif program Bangga Kencana (Pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana),” ujarnya.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah Maria Ernawati mengatakan bahwa BKKBN tengah gencar memprogramkan pencegahan pernikahan anak. Sebab angka pernikahan dini akan berdampak pada kesehatan mental dan psikologis remaja yang telah menikah. Katanya presentasi perkawinan anak di Sulteng telah menembus angka 58.97 % dari total perkawinan yang ada.

Sumber: Humas BKKBN Sulteng