Kolonodale,50detik.com- – Bupati Morowali Utara Moh. Asrar Abdul Samad menyambut baik pengukuhan pengurus Forum Generasi Berencana (GenRe) periode 2020-2022, Jumat (27/11/2020) di Hotel Puncak Bougenville, Kolonodale, Morut. Bahkan, berencana menghadiri pengukuhan tersebut.

Hal tersebut disampaikan ketika menerima kunjungan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah Maria Ernawati. Namun, karena ada agenda lain yang tidak bisa diwakilkan maka pengukuhan pengurus Forum GenRe diwakili……….

Kepada rombongan Perwakilan BKKBN Sulteng, Asrar menyatakan perkenannya mengukuhkan Forum GenRe dan mengingatkan panitia untuk menerapkan protokol kesehatan covid-19. “Atur tempatnya, peserta masuk bertahap karena kita masuk zona merah lagi (zona merah covid-19). Tetap berkegiatan, namun jaga protokol kesehatan. Kita jaga dan memutus mata rantai covid-19” ujarnya kepada Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Romelius Sapara.

Dikatakan bahwa warga Morut sudah memahami tentang pencegahan pernikahan di bawah umur, kecuali di daerah pedalaman. “Di pedalaman masih ada pernikahan di bawah umur,” katanya. Sedangkan untuk wilayah perkotaan dan sekitarnya sudah mengetahui pencegahan pernikahan dini.

Pemahaman masyarakat mengenai pencegahan pernikahan dini telah gencar disosialisasikan oleh penyuluh KB dan di posyandu.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah Maria Ernawati mengatakan BKKBN tengah gencar memprogramkan pencegahan pernikahan anak. Sebab angka pernikahan dini akan berdampak pada kesehatan mental dan psikologis remaja yang telah menikah.

Katanya melalui forum GenRe maka remaja di Morut dapat menjadi motor penggerak dalam pencegahan pernikahan anak. “Kita bentuk Forum GenRe Morut karena biasanya mereka (remaja) lebih dapat mempengaruhi dan mendengar sesamanya. Kalau kita (orang tua) biasanya kurang didengar,” ujarnya.

Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017 yang menunjukkan bahwa 62% remaja perempuan dan 51% remaja laki-laki berdiskusi kesehatan reproduksi dengan teman sebaya.

Sumber: Humas BKKBN Sulteng