Kapolsek Randomayang, bersama Babinsa, kades Polewali BPD dan Sedes Polewali Media Sekelompak Warga Dusun Kalibamba

Laporan: Darmawan

Pasangkayu,50detik.com- Belasan warga Dusun Kalibamba, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Propinsi Sulawesi Barat menuntut Kepala Desa Polewali untuk mengganti Kepala Dusun Kalibamba Nurdin. Dan mengankat Elias Pikal. Perwakilan warga tersebut mengancam akan keluar dari dusun Polewali jika tuntutan tidak diindahkan.

Sekelompak warga dari  Dusun Kalibamba yang mendatangi Kantor Desa Polewali langsung dimediasi  oleh Kapolsek Bambalamotu AKP Abdul Muttalib Carlos Bersama Babinsa Polewali Lukman ke Ruang Pertemuan Desa Polewali untuk menghindari kerumanan ditengah pandemi covid-19 dengan menghadirkan Kepala Desa Polewali, Ketua BPD Desa Polewali dan Sekdes Polewali untuk memberikan  penjelasan terkait proses penjaringan yang dilaksanakan.

Terkait tuntutan warga tersebut, ditanggapi Kepala Desa Polewali, Mujais mengatakan, proses penjaringan kepala dusun itu sudah dilakukan sesui regulasi. “Kami mengikuti regulasi undang-undang penjaringan kepala dusun sesui dengan tahapan regulasi yang ada, setelah itu siapa yang mendaftar baru kami proses” Jelasnya

Aksi protes sekelompak warga dari Dusun Kalibamba tersebut, Dirinya  menduga bahwa gerakan yang dilakukan sekelompak orang yang disebakan adanya pihak yang mempropokasi yang sengaja membuat gaduh situasi ditengah pandemi covid-19. Namun pihaknya mengaku apa yang menjadi tuntutan itu akan dibicaraan tingkat kecamatan dan kabupaten.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Polewali, Agusriadi Natsir menjelaskan, bahwa proses pengangkatan Kepala Dusun oleh Pemerintah Desa Polewali sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan permendagri nomor 76 tahun 2017.”Proses pengangkatan Kepala Dusun sudah dijalankan sesuai aturan,” Tegasnya.

Tidak hanya itu, Agus juga mejelaskan aturan penjaringan dusun yang dilakukan juga menunjukkan foto-foto bukti tahapan penjaringan kepala dusun yang dilaksanakan termasuk dua nama yang mengikuti penjaringan yakni Nurdin dan Elias Pikal itu diseleksi sesui regulasi yang berlaku keduanya [un mengikuti ujian wawancara dan tertulis.

Agusriadi mengatakan, terkait dengan tuntutan warga, kami akan tetap membicarakannya dengan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten. Sedang Polsek, AKP Abdul Muttalib Carlos mengaku, akan terus mengawasi apa yang menjadi tuntutan warga serta meminta kepada warga untuk tidak melakukan gerakan mengumpulkan orang ditengah pandemi covid-19 seperti saat ini.