POSO.50detik.com – Ketersediaan jaringan internet di pedesaan, secara bertahap mulai teratasi dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Poso, membangun stasion pemancar sinyal BTS ( Base Transceiver Station) pada wilayah blank spot atau tidak memiliki signal jaringan internet.
Peluncuran pemancar bersambungan langsung dengan satelit itu, di dukung pula dengan pemberian WIFI secara Cuma-Cuma kepada desa membutuhkan.
WIFI atau Wereless, adalah alat yang menghubungkan manusia dengan internet tanpa menggunakan kabel. Khusus alat digital tersebut, 18 unit pemasangan baru, sudah di gunakan masyarakat sampai saat ini.
Kebahagiaan warga mendapat akses internet, akhirnya di ungkapkan melalui Poso Complaint Centre (PCC) akun media sosial (Face Book) yang di bentuk pemerintah daerah, sebagai sarana masyarakat umum berkeluh kesah atau memberi saran.
“ Terima kasih buat pemerintah Kabupaten Poso, yang telah memperhatikan keluhan kami masyarakat Desa Peura, mengenai jaringan Telkomsel, akhirnya hari ini sudah terealisasi, Peura Merdeka, 4G lagi. Tuhan memberkati,” Demikian tulisan apresiasi di sampaikan dan terpampang pada dinding PCC.
Sementara dr. Verna (sapaan akrab) sebagai bupati yang mempelopori penambahan pembangunan jaringan internet pedesaan.
Rupanya mendapat sokongan dari kementerian Komunikasi Dan Informatika (Kominfo) di Jakarta, setelah menyambangi Kominfo Tahun 2020, yang kemudian permohonannya mendapat jawaban dan realisasi Tahun 2021.
“Kami mendapat support penuh dari Kementerian Kominfo , dan juga teman-teman di DPR pusat, bagian komisi 1 (satu).” Terang dr. Verna mengakui.
Di tuturkan bupati pernah menjabat 10 Tahun di DPR – RI ini bahwa target pemerintah daerah kedepan, seluruh wilayah pedesaan harus di masuki akses internat supaya setara dengan wilayah perkotaan,
“Tahun 2022 ini, kami targetkan penambahan 25 WIFI baru yang akan di sebar di berbagai tempat,” Katanya.
Program tersebut akan terus di giatkan sampai Tahun 2024.
“Tugas ini adalah jawaban dari Visi-Misi pilar ke 7 (Tujuh) yakni POSO BERSINAR DAN TERDEPAN DI SULAWESI TENGAH,” Jelas wanita pelopor berkantor di desa ini menjelaskan.
Penulis : Ferdinand Puahadi
