Bupati Poso : 11 Pemancar BTS, Dan 18 WIFI Gratis Masuk Desa

POSO.50detik.com – Ketersediaan  jaringan internet di pedesaan, secara bertahap mulai  teratasi dengan kebijakan   pemerintah Kabupaten Poso, membangun  stasion  pemancar sinyal  BTS ( Base Transceiver Station)  pada wilayah blank spot atau tidak memiliki signal  jaringan  internet.

Tahun  2021, sudah  di bangun  11  unit  BTS  bagi daerah  benar – benar  tertutup  dari  akses  internet. Salah  satunya, adalah Desa Peura, Kecamatan Pamona Puselemba.

Peluncuran  pemancar  bersambungan langsung dengan satelit itu, di dukung pula  dengan pemberian   WIFI  secara Cuma-Cuma  kepada   desa  membutuhkan.

WIFI atau Wereless, adalah   alat yang menghubungkan manusia dengan internet tanpa  menggunakan   kabel. Khusus alat digital tersebut, 18 unit pemasangan  baru,  sudah di gunakan  masyarakat sampai saat ini.

Kebahagiaan  warga  mendapat akses internet,  akhirnya  di ungkapkan melalui  Poso Complaint Centre (PCC)  akun  media sosial   (Face Book) yang di bentuk pemerintah daerah, sebagai sarana masyarakat umum berkeluh kesah atau memberi saran.

“ Terima kasih  buat pemerintah Kabupaten Poso, yang telah memperhatikan keluhan kami masyarakat  Desa Peura, mengenai  jaringan  Telkomsel, akhirnya hari ini sudah terealisasi,  Peura Merdeka, 4G lagi. Tuhan memberkati,” Demikian  tulisan apresiasi  di sampaikan dan terpampang pada dinding  PCC.

Mandi pujian  pun di terima  dr. Verna GM Inkiriwang. Apresiasi itu  bukan hanya dari Desa Peura, tetapi banyak juga dari  masyarakat  umum lainya.

Sementara dr. Verna (sapaan akrab)  sebagai bupati  yang mempelopori  penambahan pembangunan  jaringan internet pedesaan.

Rupanya mendapat sokongan dari  kementerian  Komunikasi  Dan Informatika (Kominfo) di Jakarta, setelah menyambangi Kominfo Tahun 2020, yang kemudian  permohonannya mendapat jawaban dan realisasi    Tahun 2021.

“Kami  mendapat  support penuh dari Kementerian  Kominfo , dan juga   teman-teman di DPR pusat, bagian komisi  1 (satu).”  Terang  dr. Verna mengakui.

Di tuturkan  bupati  pernah menjabat 10 Tahun di DPR – RI ini  bahwa target pemerintah daerah kedepan, seluruh wilayah pedesaan  harus di masuki akses  internat supaya setara dengan wilayah perkotaan,

“Tahun 2022 ini,  kami targetkan penambahan  25 WIFI  baru yang akan di sebar di berbagai tempat,” Katanya.

Program tersebut  akan terus di  giatkan sampai Tahun 2024.

“Tugas ini adalah  jawaban dari Visi-Misi  pilar ke 7 (Tujuh) yakni POSO BERSINAR DAN TERDEPAN DI SULAWESI TENGAH,” Jelas  wanita pelopor berkantor di  desa ini menjelaskan.

Penulis : Ferdinand Puahadi

Pos terkait