Laporan : Mulyadi T Bua/tim

Luwuk50detik.com- Wakil Ketua DPRD Bangkep, Eko Wahyudi dibuat kesal dengan kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkep, khusus terkait dengan pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Unit Transfusi Darah (UTD). Sebab, jelang akhir tahun proses pengadaan Alkes di UTD Salakan, belum juga rampung diadakan.

“Dari 138 item alat yang harus diadakan, baru 15 item yang didatangkan. Sebagiannya lagi, belum juga ada di tempat. Ini sudah mau akhir tahun,” kesal Eko.

Eko kepada wartawan, Rabu (18/11) menilai, Dinkes selaku leading sektor pengadaan Alkes di UTD, tidak profesional dalam bekerja. “Seharusnya lebih serius mengurus pengadaan Alkes UTD Salakan, mengingat keberadaan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” timpalnya.

Ketidakseriusan Dinkes untuk mengurusi peralatan UTD Salakan, kata politisi PDI-P itu, sudah terlihat sejak awal. Itu ketika Dinkes hanya mengusulkan sedikit anggaran untuk UTD. ” DPRD Bangkep yang mengintervensi anggarannya hingga lebih dari Rp 3 miliyar. Dinkes hanya mengusulkan anggaran yang jumlah tidak sesuai dengan kebutuhan,” berang Eko.

Sebelumnya, Selasa (17/11) DPRD Bangkep, telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkep, PMI Bangkep serta sejumlah pihak terkait lainnya. Dalam kesempatan RDP itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkep, dr. Silveria O Bailia menjelaskan keterlambatan semjulah alkes UTD Salakan dikarenakan persoalan terknis.

“Pengadaan Alkes UTD Salakan, diadakan dengan sistem E-katalog. Pemesanannya juga ada pada beberapa distributor yang berbeda. Sebagian alkesnya sudah ada di tempat dan sebagian lagi sedang dalam perjalanan menuju Bangkep. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, alkesnya sudah tiba di Bangkep dan akan diuji fungsikan,” terangnya.

Seakan mempertegas klarifikasinya, dr. Silveria menyebutkan masa kontrak pengadaan dengan pihak ke 3 masa kontraknya, baru akan berakhir pada Desember nanti.

Sementara itu, mewakili PMI Bangkep, dr. Abdi Gunawan dalam RDP kemarin menyebutkan, dari sekian banyak item alkes UTD yang diadakan sifat kerjanya saling terintegrasi. “Semua item alkes yang diadakan kerjanya saling mendukung. Artinya jika ada beberapa item alkes UTD yang tidak ada, maka secara keseluruhan tidak dapat difungsikan,” aku dr. Abdi Gunawan.

Sebelumnya, diakhir pekan lalu Wakil Ketua DPRD Bangkep, Eko Wahyudi yang didampingi Anggota Komisi III DPRD Bangkep, Sadat Anwar Bihalia, melakukan sidak di gedung UTD Salakan yang terletak di Desa Topudau. Di sana, mereka menemukan fakta ternyata masih sangat banyak Alkes UTD yang belum ada di tempat. Kenyataan itu, bertolak belakang dengan informasi yang disampaikan sejumlah seorang pejabat di Dinkes. Informasinya menyebutkan, pengadaan Alkes UTD Salakan hampir rampung.

Operasionalisasi UTD Salakan, diharapkan berbagai pihak dapat direalisasikan secepatnya. Sebab, kebutuhan darah di Bangkep guna menangani pasien gawat darurat di pusat pelayanan kesehatan masih di suplai dari UTD Banggai (Kabupaten Banggai Laut) dan UTD Luwuk (Kabupaten Banggai).***