Laporan: Masruhim Parukkai

Majene, 50detik.com- Belum 100 hari kepemimpiban AST (Andi Syukri Tammalele-Arismunandar) di Majene, angin sudah mulai berhembus seakan ingin meretakkan tembok kokoh yang dibangun keduanya diawal kampanye.

Getaran keretakan itu mulai terasa adanya rencana mutasi OPD yang salah satu pihak
diisukan tidak terakomodir, karena adanya ‘pembisik sakti’ di lingkaran kosong satu.

Mereka yang merasa ‘berjasa’ dalam kemenangan AST pada Pilkada saling berebut carmuk (cari muka) untuk mendapat pengakuan sebagai pahlawan tanpa peran, sebab baru muncul setelah menang.

Sejumlah informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, ada dugaan beberapa oknum ingin membenturkan antara bupati dengan wakil bupati dalam hal bagi ‘ kue’ dan posisi pimpInan OPD, karena kepentingan politik jangka panjang.

Bila dua pimpinan tersebut bupati dan wakil bupati tidak segera menyadari akan adanya gerakan yang bisa memicu perpecahan, maka sadar atau tidak pada saatnya nanti bisa retak total yang sulit dibentuk lagi.

Karena itu, sebelum terlanjur pecah, maka sebaiknya kedua pimpinan tersebut (bupati-wakil bupati) duduk bersama bicara empat mata, tanpa ada orang lain yang terlibat, demi melahirkan kesepahaman, untuk menjaga marwah persatuan yang sudah dirajut selama ini, sehingga keduanya merasa punya peran yang sama dan bisa membawa gerbong masing-masing tanpa ada sekat-sekat yang bisa merugikan daerah ini.

Momentumnya pada penetapan defenitif pimpinan OPD, bila ada yang merasa tidak terakomodir orang-orangnya, maka peluang retak sangat terbuka.