Laporan: Darmawan

Pasangkayu,50detik.com- Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kab. Pasangkayu selaku badan yang mengurusi kepentingan umat Hindu di bidang keagamaan, mengeluarkan keputusan yang berisi beberapa kebijakan guna mengantisipasi wabah Corona pada saat rangkian upacara hari raya Nyepi pada tanggal 25 Maret nanti.

Beberapa keputusan itu diantaranya adalah tidak adanya proses upacara pesembahyangan bersama (Melasti), hingga Pawai ogoh-ogoh juga ditiadakan.
Ketua PHDI Kab.Pasangkayu Putu Purjaya, SH mengatakan, kebijakan itu dikeluarkan oleh PHDI Kab. Pasangkayu sesuai dengan imbauan presiden, PHDI Pusat, PHDI provinsi serta Surat Edaran dari Bupati Pasangkayu. Dan melalui surat penyampaian kami juga sudah sampaikan ke Bapak Bupati, Bapak Kapolres, ketua DPRD, dan Kepala Kantor Kementrian Agama Pasangkayu

“Pada prinsipnya kita patuh pada apa yang diedarkan oleh pemerintah guna meminimalisir penyebaran virus corona,”

Salah satu rangkaian hari raya Nyepi yang ditiadakan diantaranya adalah Melasti yang dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2020 sedianya akan di laksanakan di 3 titik yaitu di pantai Desa Karya Bersama untuk wilaysh Kec. Pasangkayu, di pantai Desa Batuoge untuk Wilayah Kec. Pedongga dan pantai salokaili untuk Wilayah Kec. Baras Bulutaba dan Lariang.hanya dilaksanakan dii lingkungan Pura Desa masing-masing.
Rangkaian lainnya seperti Tawur Agung di laksanakan juga di lingkungan Pura Desa masing-masing dan pawai Ogoh-ogoh yang dilangsungkan satu hari sebelum Nyepi ditiadakan. langkah ini harus diambil meskipun beberapa pemuda banyak yang kecewa dan merasa rugi karena tidak bisa melaksanakan pawai ogoh-ogoh seperti biasanya.

Meskipun banyak umat Hindu yang kecewa karena merayakan hari raya besar yang jatuh tiap satu tahun sekali tersebut tidak seperti biasanya, menurutnya beberapa kebijakan harus dikeluarkan oleh PHDI Kab. Pasangkayu, guna mengantisipasi kerugian seperti negara lain yang terjangkit COVID-19.

“Daripada kita mengalamu kerugian lebih banyak, ya mau tidak mau harus dimaklumi karena ada musibah seperti sekarang,” ujarnya.

Putu purjaya mengharapkan untuk umat Hindu di Kab. Pasangkayu khususnya untuk para pemuda, agar memaklumi keadaan karena kondisi negara sekarang yang sedang siaga akibat Virus Corona.
“Sehingga pada akhirnya nanti, pada hari raya yang lain di tahun berikutnya kita tetap laksanakan seperti biasa,” Pungkasnya.