Laporan: Darmawan

Psangkayu,50detik.com- Virus corano asal china kini mewabah beberapa negara. Hal itu, membuat Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu melakukan upaya antisifasi penularan virus mematikan itu.

Upaya antisifasi itu, dilakukan sebagai respon keresahan dan kekwatiran warga terkait issu virus corona tersebut. Untuk itu, pihak Pemkab Pasangkayu melalui Asisten III Irfan Rusli Sadek menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah stakeholder terkait untuk membahas langkah-langkah antisifasi apa yang dilakukan dalam pencegahan virus corona itu.

Mantan Kadis Disdukcapil itu meminta masyarakat untuk tidak merespon berlebihan  issu virus corona ini. “Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak berlebihan dalam merespon isu virus corona ini, dan para penggiat media sosial (medsos) diharap melakukan edukasi dan tidak malah memposting hal-hal yang berbau provokatif,” kata Irfan

Penuralan virus ini menurut irfan bisa melalaui pintu masuk yakni melalaui pelabuhan dan mahasiswa dipulangkan dari China. Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan seluruh pihak terkait untuk bersam-sama melakukan uapaya antisifasi pengawasan  kapal  asing yang masuk ke pasangkayu.

Dipertemuan itu juga, Irfan mmenyinggung mahasiswa yang baru kembali dari china yang saat ini ditangani istansi terkait yang melakukan pemeriksaan  dan pemantauan mahasiswa tersebut. Yang diketaui tempat tinggal ke dua mahasiswa sewaktu di China ini berada sekitar 27 jam perjalanan dari Wuhan.

Kadis Kesehatan Pasangkayu, Samhari menyampaikan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pasangkayu, ada 2 mahasiswa asal Pasangkayu yang baru kembali dari China yakni Risal Hanafi (20), mahasiswa Institut Politeknik Nanjing Cina dan Israwali (27), mahasiswi kedokteran Universitas Liaoning Cina yang keduanya beralamat di Kecamatan Bulutaba.

Samhari menerangkan, Israwali sudah lewat dari masa Inkubasi, sedangkan Risal Hanafi masih dalam masa inkubasi, dan kami baru saja menemui Risal Hanafi untuk melakukan investigasi dan pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaan terhadap Risal Hanafi bahwa yang bersangkutan dalam keadaan sehat, namun tetap dilakukan pemantauan sampai dengan tanggal 15 Februari 2020. Kami sudah meminta petugas yang ada disana untuk melakukan pemantauan terhadap Risal Hanafi,” urai Samhari.

Ditempat yang sama, Plant Manager PT TSL, Eka Prastiawan menyampaikan, dalam waktu dekat dan berdasarkan informasi dari agen pelabuhan, kapal yang sandar dan memuat crude palm oil (CPO) itu yakni dari Vietnam, setelah mengangkut CPO akan dibawa ke Bangladesh.

“Belum ada informasi dari ke agenan terkait jadwal kapal dari Cina akan mengangkut CPO di pelabuhan kami (TSL). Tapi kejelasan waktunya kami belum terima dan berdasarkan informasi yang kami terima, kapal China yang mau ke Pasangkayu sementara masih di Korea Selatan,” katanya

Ia menyebutkan, kami sudah melakukan rapat dengan Karantina Pertanian dan Kesehatan terkait prosedur apabila kapal-kapal yang mau sandar di Pelabuhan PT TSL. Bahkan disebutnya, jika memungkinkan kapal china ini dikencel kedatangannya bila dianggap mengancam keselamatan masyarakat.

“Prosedur yang akan diterapkan nantinya yaitu, sebelum sandar di pelabuhan kapal itu mesinnya dimatikan terlebih dahulu sejauh 3 mil dari dermaga. Setelah itu, petugas dari Karantina diantar menggunakan kapal tongkang untuk mengecek kesehatan semua awak kapal. Setelah dinyatakan bebas virus baru bisa sandar di dermaga,” terannya

Dirinya mengatakan, jadi kami sudah menyiapkan prosedurnya, jadi virus corona yang menjadi kekhawatiran masyarakat kita itu tidak perlu dibesar-besarkan.“Saya meminta kepada Pemda agar menyampaikan hal ini kemasyarakat, agar tidak resah,” kata Eka.

Wakapolres Mamuju Utara (Matra), Kompol Jufri Hamid mengajak masyarakat untuk tidak berlibihan dalam menyikapi issu virus corona tersebut, agar tidak mengganggu kamtibmas di daerah ini. menutnya pemerintah daerah telah mengambil langka antisifasi sesui aturan. Dan meminta segerah membuat tim terpadu yang bertugas dilapangan untuk menjalankan tugasnya sesui tupoksi masing-masing.