Maulid di Mandar Tradisi Islam Turun Temurun

DR.KH.Ilham Shaleh,MAg

Laporan: Rahmat Pratama

Mamuju, 50detik.com— Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW menjadi tradisi dan berkembang luas dalam masyarakat dan kehidupan umat Islam di Sulbar, seperti halnya di Salabose Majene yang tidak pernah luput kegiatan maulid setiap tahunnya tepat tanggal kelahiran Rasulullah 12 Rabiul Awal.

Hal yang sama juga dilaksanakan umat muslim di Mamuju, dengan menghadirkan ‘annonggurutta’ (ulama-red) DR.KH.Ilham Shaleh, MAg – putra dari almarhum ulama kharismatik di Majene KH Muhammad Shaleh pembawa tarikat Qaderiyah di Tanah Mandar (Sulbar-red).

Dikatakan, dengan adanya seremonial maulid nabi, umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali betapa gigih perjuangan rasul dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam di tengah tradisi dan budaya Arab yang waktu itu dalam keadaan jahiliyah.

Satu hal yang harus dilakukan umat Muslim ketika merayakan maulid nabi adalah meneladani sikap dan perbuatan, terutama akhlak mulia nan agung dari baginda nabi besar Muhammad SAW.

Bukan hanya seremonial belaka, perayaan itu mestinya diresapi dalam hati yang begitu dalam dan mencoba untuk meneladani dan mempraktikkan akhlak mulia dari nabi.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.