Lewat FGD, BPBD Pasangkayu Edukasi Warga Kesiapsiagaan Kebencaan

Oplus_131072

Pasangkayu,50detik.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu terus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Kantor Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu. Senin (6/7/2026)

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang kebencanaan NGO (Non-Governmental Organization)
Suka Nusa serta tiga fasilitator yang telah mendapat pelatihan khusus untuk melakukan pemetaan potensi dan risiko bencana di tingkat desa.

Kepala BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, yang membuka langsung kegiatan itu menegaskan bahwa program Desa Tangguh Bencana bertujuan mengurangi risiko dan dampak bencana melalui peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

“Ketangguhan desa dapat dibangun dari hal-hal sederhana, seperti pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan kebutuhan pangan lainnya sebagai bentuk kemandirian masyarakat saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Narasumber NGO konsen dalam kebencaan, Imam Agus Faizal memberikan apresiasi terhadap langkah BPBD Pasangkayu yang mampu menghadirkan kolaborasi berbagai pihak di tengah keterbatasan anggaran dengan konsep Multi Kolaborasi Kemandirian.

Menurutnya, pendekatan berbasis kemandirian dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan ketangguhan desa.

Ia menilai kegiatan sederhana yang melibatkan masyarakat secara langsung mampu menumbuhkan kesadaran kolektif sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.

Dari hasil FGD, Desa Pangiang masuk dalam kategori Desa Tangguh Bencana Pratama. Namun, sejumlah indikator masih dapat ditingkatkan sehingga desa tersebut berpeluang naik ke kategori yang lebih tinggi.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas desa, para peserta mendorong pembentukan kader kebencanaan sebagai perpanjangan tangan BPBD dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Pangiang, Muh. Rizal, menyambut baik pelaksanaan FGD tersebut. Ia mengaku bersyukur BPBD Pasangkayu terus melakukan pendampingan setelah Desa Pangiang ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana.

“Edukasi kebencanaan yang kami peroleh akan kami teruskan kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah desa juga akan menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana,” kata Rizal.

Ia berharap program pendampingan dan edukasi kebencanaan dapat terus berlanjut sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Adapun peserta dalam, FGD yakni aparat desa, para kadua dan pemuda dan masyarakat umum. (*)

Pos terkait