Banggai, 50detik.com – Kementerian Agama(Kemenag) Kab Banggai kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menangkal terorisme melalui penyuluh agama yang diselenggarakan di Swiss bell Hotel Luwuk.

Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT Letnan Kolonel (Laut) Setyo Pranowo mengatakan radikalisme begitu meresahkan dalam tatanan bernegara bangsa Indonesia yang sangat majemuk, maka dibutuhkan kerjasama seluruh aparatur pemerintah dalam hal ini bekerjasama dengan kementerian agama Kabupaten Banggai, untuk mensosialisasikan lewat penyuluh-penyuluh agama. “ Mari kita jaga keutuhan negeri ini “ ujarnya

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Firmansyah menegaskan penyuluh sebagai perpanjangan lidah kementerian agama untuk menyampaikan pesan-pesan damai dan sejuk di tengah masyarakat.

‘’Penyuluh Agama jangan membawa pesan-pesan kelompok agama tertentu, jika seperti itu menjadi celah radikalisme masuk kedalamnya. Olehnya itu sebagai penyuluh banyak menjalin silaturahim antar sesama,’’ tuturnya.

Pada kesempatan itu, Direktur pencegahan BNPT yang di wakili kepala sub Direktorat pemberdayaan masyarakat Andi Intang Dulung mengatakan, untuk meredam konflik sosial dari beberapa kasus karena tuntutan external, manusia bisa melakukan apa saja — dalam hal ini keluarga sangat mempengaruhi seseorang hingga lepas kendali.

Dalam penanganan hal tersebut, kata Andi Intang pemerintah tidak lepas tangan memberikan bantuan terhadap keluarga yang melakukan tindakan radikalisme dan telah masuk di lembaga pemasyarakatan.

Selain itu BNPT juga menginformasikan untuk seluruh penyuluh agama agar menulis dengan tema “ayat-ayat damai” dan mengirimkannya ke BNPT pusat untuk dibuatkan buku antologi dan akan mendapatkan hadiah jika lolos dalam seleksi event yang kami adakan khusus penyuluh agama.

Sementara Bupati Banggai sangat menyambut baik program pusat ini, responsif bupati mendengar event yang dijelaskan oleh perwakilan BNPT pusat, ia mengeluarkan pernyataan, jika penyuluh agama kabupaten banggai masuk 10 besar akan memberikan hadiah berupa ibadah sesuai dengan agamanya, jika beragama islam maka umroh begitupun agama lainnya, “entah apa namanya” katanya.

‘’Akar-akar radikalisme jangan sampai memasuki kepala orang-orang yang kita cintai dan semoga penyuluh agama menjalankan amanah bangsa ini dengan baik. Mari kita jaga bersama kedamaian negeri ini,’’ ucapnya.

Sumber: Humas Banggai

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here