Jakarta,50detik.com– Sebagian besar orangtua masih merasa tabu untuk mengajarkan seks kepada anak sejak dini. Padahal, menurut para ahli, pendidikan seks seharusnya dikenalkan sedini mungkin pada anak. Tujuannya, agar si anak tidak mendapatkan informasi yang keliru mengenai seks. Tidak hanya itu, pendidikan seks juga bisa membuat mereka untuk lebih berhati-hati dalam pergaulan, bahkan terhindar dari kekerasan atau pelecehan seksual.
Awal pengenalan pada anak adalah seks, yaitu sesuatu berhubungan dengan jenis kelamin secara biologis. Kemudian tahapan selanjutnya seksualitas, pengertian lebih luas, termasuk didalamnya yaitu Biological hygiene (jenis kelamin), Personal hygiene (identitas diri), Gender orientation (orientasi seksual), Pregnancy and reproduction (kehamilan dan alat reproduksi), Healthy relationship (hubungan yang sehat) dan Consent (persetujuan atau ijin).
“Pengenalan seksualitas pada anak itu banyak yg salah kaprah, bukan mengajari hubungan Seks, tapi memperkenalkan siapa laki-laki, siapa perempuan, atau organ seks laki laki dan organ seks perempuan. Serta bagaimana resiko serta bahayanya dan bagaimana menjaga kesehatannya“ tegas Hasto.
Keterbukaan bisa terjadi jika orangtua dan anak selama ini sudah memiliki komunikasi yang baik. “Banyak orangtua yang tidak tahu cara berkomunikasi dengan anak, dan anak tidak menjadikan orangtua sebagai teman,” kata Nyi Mas Diane Wulansari atau yang akrab disapa Ibu Dee, Praktisi Pendidikan Keluarga. Selain peran ibu, peran ayah dalam mendidik anak-anaknya menjadi sangat penting. Ia mengatakan, saat ini di banyak keluarga peran ayah semakin tenggelam. Padahal ayah adalah sosok panutan bagi anak. “Jika hubungan dengan ayah kaku, bisa dipastikan si anak akan memiliki pribadi yang bermasalah nantinya,”.
Ibu Dee menambahkan, tantangan orangtua di zaman sekarang sangat berbeda dengan orangtua di masa lalu. Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika orangtua masih menerapkan aturan yang sama seperti yang diterapkan ayah-ibu mereka terdahulu. Terapkan peraturan yang disesuaikan dengan keadaan zaman sekarang.
“Hindari untuk mengatakan alat kelamin dengan Istilah-Istilah. Berikan informasi sesuai yang diharapkan dan dibutuhkan anak. Selain itu orangtua juga harus memahami bahwa anak-anak perlu kenyaman dan keterbukaan dengan orang tua agar dapat berkomunikasi dan bercerita mengenai berbagai hal” tambahnya.
Orangtua, misalnya, harus bisa menjelaskan hubungan seksual seharusnya dilakukan dalam lembaga pernikahan. Jika anak yang masih sekolah melakukan hal tersebut ia akan menanggung malu dan mungkin akan dikeluarkan dari sekolah dan masa depannya suram. Intinya adalah komunikasi yang baik dalam keluarga.
Dengan melakukan komunikasi yang baik, pendidikan seks yang tepat akan meminimalisir permasalahan kesehatan reproduksi yang akan timbul kedepannya. Mengajarkan pendidikan seks sejak dini sesuai dengan umur anak sangat penting dan keluarga diharapkan dapat menjadi sekolah pertama dan utama bagi anak dalam pendidikan seks, jangan tabu, komunikasi yg terbuka akan menjadi solusi yang baik. (Humas/A)
SUMBER: Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
