Palu, 50detuk.com– Ketua Forum Pemuda Kaili Bangkit (FPKB), Randir L. Taepo, mengajak seluruh elemen masyarakat Sulawesi Tengah untuk menjaga suasana yang kondusif serta mendukung program pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido.
Menurut Randir, Sulawesi Tengah saat ini membutuhkan ketenangan dan persatuan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sebagai masyarakat Kaili, kita mengenal filosofi Nosarara Nosabatutu, yaitu bersaudara dan bersatu. Semangat inilah yang harus terus dijaga. Sulteng membutuhkan ketenangan agar pembangunan berjalan dengan baik. Jangan sampai energi kita habis pada hal-hal yang tidak terlalu substansial, sementara masyarakat membutuhkan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur,” ujar Randir.
Ia menilai tudingan yang menyebut keterbukaan informasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah hanya sebatas jargon tidak tepat. Menurutnya, selain memiliki mekanisme resmi melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), pemerintah daerah juga membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat melalui program BERANI Samporoa.
“BERANI Samporoa dibuka selama 24 jam. Masyarakat dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, kritik, maupun saran secara langsung melalui WhatsApp di nomor 0811-666-2222. Ini membuktikan bahwa Gubernur Anwar Hafid tidak menutup diri dan justru ingin mendengar langsung suara rakyat,” katanya.
Randir menjelaskan, dalam budaya Kaili, istilah samporoa memiliki makna saling menyapa, saling mendengar, dan membangun komunikasi yang baik. Karena itu, kehadiran kanal BERANI Samporoa dinilai sebagai wujud nyata komitmen pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Jika pemerintah menyediakan kanal pengaduan dan aspirasi selama 24 jam, lalu masih disebut tertutup, tentu masyarakat bisa menilai sendiri. Sangat disayangkan jika keterbukaan informasi hanya diukur dari ada atau tidaknya balasan komunikasi personal tertentu, padahal ruang komunikasi yang lebih luas sudah tersedia,” ujarnya.
Randir juga menyoroti sejumlah program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang saat ini sedang berjalan. Hingga pertengahan tahun 2026, Program BERANI Cerdas telah diikuti lebih dari 18 ribu putra-putri Sulawesi Tengah yang mendaftar untuk memperoleh bantuan pendidikan.
Sementara itu, Program BERANI Sehat telah membantu masyarakat pemegang KTP Sulawesi Tengah yang belum memiliki BPJS atau mengalami tunggakan iuran agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan.
Di sektor infrastruktur, Program BERANI Lancar terus menunjukkan progres. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bahkan berhasil menghimpun komitmen dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai sekitar Rp355 miliar dari 16 perusahaan tambang untuk mendukung pembangunan sejumlah ruas jalan strategis tanpa membebani APBD.
“Ini adalah kerja nyata yang sedang berlangsung. Karena itu mari kita dukung bersama. Kritik tentu diperlukan dalam demokrasi, tetapi jangan sampai hal-hal yang tidak terlalu mendasar justru menciptakan kegaduhan dan mengganggu konsentrasi pembangunan daerah,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Randir mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk terus menjaga persatuan dan semangat Nosarara Nosabatutu.
“Daerah ini milik kita bersama. Mari kita rawat persaudaraan dan kebersamaan. Jika ada kekurangan, sampaikan melalui ruang-ruang yang telah disediakan. Namun ketika pemerintah sedang bekerja untuk rakyat dan membuka diri terhadap aspirasi masyarakat, sudah sewajarnya kita memberikan dukungan. Sulteng membutuhkan ketenangan dan kebersamaan untuk terus bergerak maju,” pungkas Randir L. Taepo.***
