Laporan: Rahmat

Palu, 50detik.com– PW. FKAPHI Sulawesi Tengah, H. Lutfi Yunus mengungkapkan, Anggota komisi VIII DPR Ri H. Ali Taher meneteskan air mata saat bicara masjidil haram dan masjid Nabawi ditutup saat wabah covid-19 pada kesempatan dialog dengan pengurus forum komunikasi Alumni Petugas Haji pusat dan Wilayah melalui media metting zoom online sangat bermakna nasionalis dan bobot religi, Kamis (16/4).

Menurut Lutfi yang ikut metting zoom online tersebut, menyebutkan, Ali taher menyinggung soal persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020.

Dikatakan, terkait dengan isu kekinian tentang haji dan wabah covid -19, bahwa dunia sedang merasakan “culture shock” shock budaya dalam kontek spiritual.

Olehnya, ia berarap agar semua pihak menghadapi persoalan ini dengan tenang, sabar dan berhati hati dan harus solutif.

Ia juga menyinggung bagaimana penyelenggaraan ibadah haji 2020″ bahwa sampai dengan saat ini pemerintah belum bisa memutuskan apakah bisa dilaksanakan atau tidak.

“Hal ini sangat tergantung pada perkembangan terakhir pemerintah arab saudi, serta rekomendasi tim gugus tugas covid -19.namun demikian berdasarkan rapat kerja komisi VIII DPR RI bersama Dirjen PHU kementerian agama RI pada Rabu, 15/4 memutuskan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan. seperti pelunasan sesuai protokol penanganan covid -19 sesuai standar WHO, bahkan saya telah berkoordinasi dengan ketua gugus tugas covid -19 pa jenderal Doni Munardo kiranya membuat pemetaan zona (merah dan biru) untuk mengetahui penyebaran masif virus corona. Hal ini sangat dibutuhkan karena terkait penetapan penyelenggaraan ibadah haji kita,” ungkap Lutfi mengutip penjelasan Ali.

Menurutnya, pesan haji yang paling menyentuh peserta jagong saat mantan ketua komisi VIII DPR RI periode sebelumnya bicara soal adanya penutupan dua masjid agung umat Islam seluruh dunia yang pertama masjidil haram di kota Mekkah serta Masjid Nabawi di kota Madinah.bukan saja Ali Taher yang menangis, tapi hampir seluruh peserta jagong online ikut terharu mendengar beliau menangis.

“Salah satu pesan moral disampaikan adalah bahwa dengan kondisi wabah corona yang sedang kita alami saat ini, Allah telah memberikan pelajaran besar kepada kita, Allah telah mengajarkan dan mengingatkan, mungkin kita semua telah lalai dalam kewajiban kita, seperti melupan sedekah kepada saudara saudara kita, mungkin kita lupa bersedekah kepada anak anak yatim. Bersedekah kepada orang orang yang membutuhkan. Bukan hanya disini saya sampaikan, di teman teman DPRpun saya selalu menyampaijan” ujarnya.

Disamping itu Ali Taher yang terpilih dari dapil Tangerang Selatan inipun mengatakan, “bahwa sejak kecil saya bercita cita ingin membantu dan mengembangkan nilai peradaban Islam di NTT.

Karena dengan berislam= katanya, maka kitapun bisa menghargai adanya perbedaan keyakinan, dengan Islam kita bisa hidup bersama bergandengan tangan bersama sama agama lainya guna kemajuan bangsa .karena Islam ini rahmatan Lil’alamin.

Mengakhiri ceramahnya Ali taher berpesan ada tujuh kunci keberhasilan yang dijadikan dasar dalam pengabdian yaitu ikhlas, tekun, sabar, berbaik sangka, amanah, istiqamah dan mengharap ridha Allah semata. ***