Laporan: Rahmat Pratama

Majene, 50detik.com- Ada banyak cara Allah mempertemukan antarkerabat yang sudah lama tak berjumpa, karena masing-masing punya kesibukan berbeda.

Bencana gempa tektonik 6,2 magnitudo yang memporakporandakan Kota Mamuju dan beberapa wilayah kecamatan di Majene, akhirnya memberi ruang tersendiri bagi teman-teman alumni IAIN Alauddin Ujungpandang angkatan 1983 di Majene bisa bertemu setelah lebih 30 tahun berpisah.

Gempa itu tentulah tidak seorangpun menginginkan, termasuk para kerabat alumni IAIN Alauddin tersebut, tetapi ternyata dibalik peristiwa memilukan karena harus hidup dipengungsian memberi hikmah tersendiri bagi seorang Muhardi – mantan Kades Mekkatta yang terbilamg salah satu alumni IAIN Alauddin angkatan 1983 di Majene itu bisa bertemu dua kerabatnya yakni Dra Hj Nailah Majid — hakim PA Polman dan Sayadi Kasim, BA, SHi – panitra PA Polman di tenda pengungsian di bukit Mekkatta dimana korban dampak bencana Muhardi tinggal sementara bersama keluarga karena rumahnya di Mekkatta rusak berat.

Kedua ASN PA Polman itu, Nailah dan Sayadi hadir dengan misi kemanusian membawa donasi dari kantor PA Polman dan donasi para alumni IAIN Alauddin angkatan 1983 di Majene yang tersebar diberbagi daerah dengan profesi yang berbeda.

“Alhamdulillah, saya bersama Sayadi mengunjungi saudara Muhardi di tenda pengungsian di bukit Mekkatta, dengan bantuan sembako ala kadarnya, semoga bisa meringankan beban saudara korban bencana,” ujar Nailah via whatsapp, Jum’at (22/1).