Banjir Toribulu: 1 Meninggal, 2 Hilang, Puluhan Hektar Sawah Terendam!

Parimo, 50detik.com– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Toribulu selama beberapa hari terakhir menyebabkan sungai Toribulu meluap. Akibatnya, puluhan hektar sawah di Desa Sienjo terendam banjir dan satu jembatan penghubung Desa Sibalago dan Sienjo terputus (23/06).

Banjir ini datang begitu cepat, sehingga para petani tidak sempat menyelamatkan benih padi mereka. Diperkirakan, puluhan hektar benih padi yang baru selesai ditanam benih langsung (tabela) terendam air.

“Banjir ini datang begitu cepat. Air naik dalam waktu singkat dan merendam seluruh sawah saya,” ujar Nasar, salah satu petani yang terdampak banjir. “Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Benih padi saya yang baru selesai ditanam dua hari lalu terancam gagal tumbuh dan saya akan mulai dari proses awal lagi”.

Banjir tidak hanya merendam sawah, tetapi juga merusak infrastruktur seperti jembatan dan jalan. Hal ini semakin memperparah kondisi para warga yang terdampak banjir.

Banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Toribulu ini menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 2 lainnya masih dalam pencarian. Inisial korban meninggal Andi Nur Hayati (70). Sementara warga yang belum ditemukan atas nama Aco & 1 warga lainnya belum diketahui identitasnya.

Tim SAR gabungan dari Tanggap Bencana BPBD masih terus melakukan pencarian terhadap 2 korban yang masih hilang. Operasi pencarian dipusatkan di Desa Sibalago.

Sementara itu di lokasi jembatan yang terputus, Syamsul warga Desa Sienjo mengatakan akses menuju belum bisa dilalui karena jembatan penghubung desa Sienjo dan Sibalago terputus.
” Untuk menuju desa Sibalago lokasi banjir kami terkendala dengan putusnya jembatan untuk mengevakuasi korban banjir hanya menggunakan tandu darurat”.
Syamsul menambahkan bahwa banjir ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan ” Penebangan hutan dan alih fungsi lahan menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya banjir. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya bencana alam di masa depan”. pesan Syamsul yang juga ketua Pemuda Pecinta Alam desa Sienjo.***

Pos terkait