Yuliette: HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 80, Menjadi Wadah Bagi Kami Membangun Kebersamaan

Yuliette I. M. Pimpinan wilayah kecamatan lage (foto : Ferdinand)

Laporan : Ferdinand Puahadi
POSO, 50detik.com – Walaupun kabupaten Poso sempat diguncang gempa bumi dengan kekuatan 6.0 Magnitudo, pada minggu pagi sekitar Pukul 06.23 WITA. Dimana kejadian tersebut telah menimbulkan korban dari sejumlah masyarakat yang mengalami kecelakaan luka ringan maupun berat.

Bahkan beberapa diantaranya terpaksa harus masuk rawat di ruang ICU tanpa sadarkan diri. Sementara sebagian lagi, harus di operasi karena mengalami luka parah pada bagian kepala, dan ada juga yang patah pergelangan tangan, bahkan kaki sampai remuk, akibat tertimpa bahan bangunan dari beton maupun kayu.

Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba gerak jalan dari SDN 3 Desa Silanca

Yang patut di syukuri bahwa beberapa jam setelah kejadian, upacara bendera untuk memperingati Proklamasi kemerdekaan RI ke 80, kegiatan pengibaran bendera merah putih masih dapat terlaksana dengan penuh hikmat. Salah satunya berlangsung di Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Pada sore hari, dilakukan lagi upacara penurunan bendera yang dilaksanakan pukul 05.00 WITA. Ditempat ini, kami sempat bercakap dengan camat kecamatan Lage, Yuliette I.M.

Perempuan berpenampilan menawan menggunakan seragam putih, dengan topi kebesaran sebagai ciri khas pimpinan wilayah tingkat kecamatan ini. Mengatakan, bahwa untuk perayaan hari kemerdekaan tahun ini. Dijadikan moment penting bagi mereka untuk membangunan kebersamaan dari Aparatur Sipil Negara, TNI, Polri, dan masyarakat umum,

“Bapak lihat sendiri bagaimana animo masyarakat dan dukungan TNI- Polri baik menjelang, maupun pada puncak upacara, yang kami langsungkan di lapangan desa Tagolu. Semua pihak telah memberi partisipasi tenaga dan lain lain. Dan inilah kunci utama sehingga perayaan dapat kami laksanakan dengan sangat baik,” Tutur wanita yang selalu ramah dengan senyum khasnya.

Diketahui, bahwa sebelum puncak acara, semarak kegiatan di tempat ini, hampir tidak pernah sepi waktu pagi maupun sore hari,
“Kami mengisi hari kemerdekaan dengan berbagai event baik olah raga, maupun kesenian, yang di ikuti dari kalangan umum, dan para siswa tingkat sekolah kecil, sekolah dasar, dan setingkat diatasnya,” Jelasnya lagi.

Setelah upacara penurunan bendera merah putih, acara dilanjutkan dengan penyerahan berbagai hadiah bagi penyabet juara lomba kegiatan. Terlihat antusias siswa tidak pernah luntur walaupun mereka telah kelelahan mengikuti berbagai kegiatan yang cukup menguras tenaga. Tetapi tampak keceriaan masing masing dari mereka karena telah selesai melaksanakan tanggungjawabnya(*)

Pos terkait