Warga Sendana Majene “Menggugat”. Ini Masalahnya

Majene, 50detik.com– Warga Sendana, Majene, Sulbar “menggugat” Pemerintah Kabupaten Majene.

Apa masalahnya? Ternyata yang menjadi tuntutannya adalah perlunya perhatian Pemkab terhadap pembenahan tanggul penahan ombak, agar gulungan ombak tidak sampai menghantam pemukiman warga, hingga merobohkan ratusan rumah yang terletak di pesisir pantai Selat Makassar di wilayah Pamboang, hingga Sendana Tubo.

Gugatan dimaksud bukan tuntutan melalui Pengadilan Negeri, tetapi “gugatan” sebagai bentuk permintaan warga agar pada tahun anggaran 2023 mendatang bisa menjadi prioritas untuk proyek pembangunan tanggul pengaman ombak tersebut.

Ini karena peristiwa yang terjadi dari dampak ombak besar hingga menggulung pemukiman warga, dan berdampak warga kehilangan rumah tinggal, sehingga warga mengungsi ke masjid seperti yang terjadi di Pellattoang, dan lainnya mengungsi ke rumah keluarga yang jauh dari pantai.

Gulungan ombak besar juga terjadi di Lembang, Desa Limbua, Kecamatan Sendana, dan menyebabkan beberapa rumah di pinggir pantai rusak, hingga ada warga mengungsi ke rumah keluarganya yang jauh dari pantai.

Sebenarnya, kata Andi Arman – warga Lembang, penyebab gulungan ombak menghantam rumah warga hingga air laut tembus ke jalan, karena tanggul penahan ombak yang besar belum seluruhnya terbangun, hanya di bangun di dua sisi ujung paling utara dan selatan, sementara di tengah sepanjang sekitar 200 meter belum ada, sehingga tanggul besar itu terputus, yang ada hanya tanggul kecil yang dibangun lebih awal yang hanya mampu menahan ombak kecil.

“Kita berharap Pemkab Majene bisa melanjutkan proyek tanggul besar tersebut, sebab tidak jelas apa alasan Pemkab membangun proyek tanggul terputus, hanya di bangun diujung Utara dan Selatan, mudahan bukan faktor karena alasan suka tidak suka,” ungkap warga lain menimpali.

Penulis: Rahmat
Editor: Masruhim Parukkai

 

Pos terkait