Laporan: BBC News Indonesia

Jakarta, 50detik.com—Memilukan dan sangat tragis nasib lebih dari seratus  Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi dalam rentang waktu 2017 hingga 2018 berakhir hidupnya di tiang pancung.

BBC News Indonesia merilis data organisasi hak asasi manusia Reprieve menyebutkan terdapat 133 eksekusi mati di Arab Saudi pada periode Juli 2017 hingga 2018.

Jumlah itu hampir mencapai dua kali lipat jika dibandingkan dengan 67 eksekusi pada periode Oktober 2016 hingga Mei 2017.

Pada Juni 2017, yang bertepatan dengan Ramadan, Reprieve tidak menemukan laporan mengenai eksekusi mati.

Temuan Reprieve sedikit berbeda dengan data Human Rights Watch yang menyebutkan terdapat 138 eksekusi antara Juli 2017 dan Februari 2018.

Baik Reprieve maupun Human Rights Watch tidak mendapatkan data resmi dari pemerintah Arab Saudi yang sama sekali tidak menerbitkan jumlah eksekusi. Alih-alih, kedua lembaga tersebut mengompilasinya dari laporan media di Saudi, seperti kantor berita Saudi (SPA).

Dr Kristian Coates Ulrichsen, peneliti Kebijakan Publik dar Rice University, mengatakan kepada BBC bahwa jumlah eksekusi di Arab Saudi sejatinya sudah meningkat drastis sejak 2015.

Pada akhir 2015 saja, lembaga Human Rights Watch melaporkan lebih dari 150 orang telah dieksekusi di Arab Saudi—jumlah tertinggi yang dicatat lembaga tersebut selama 20 tahun terakhir. (BBC)

 

 

1 KOMENTAR

  1. Heya! I just wanted to ask if you ever have any problems with hackers? My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing a few months of hard work due to no back up. Do you have any solutions to protect against hackers?|

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here