Laporan:Aji Shahwin–Kemendikbud

Jakarta, 50detik.com — Bimbingan teknis bagi penerima bantuan perfilman telah selesai. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Didik Suhardi yang hadir mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menutup secara resmi bimtek yang telah dilaksanakan selama tiga hari, di Jakarta, belum lama ini.
Didik pada kesempatan tersebut meminta agar perlengkapan yang telah diterima bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. “Yang penting adalah bagaimana memanfaatkan alat ini sebaik-baiknya,” ujar Didik.
Menurutnya untuk memaksimalkan pemanfaatan bantuan, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan. Pertama, kata Sesjen yang penting adalah tenaga operasionalnya. Jadi setelah bimtek tersebut dilaksanakan, ia berharap pengetahuan seputar alat tidak hanya sampai di sini saja, tetapi ilmunya juga disebarkan di tempat asal para peserta bimtek.
“Saya bilang gak cukup (pelatihan). Perlu bapak-ibu melakukan pelatihan sendiri kepada tenaga-tenaga yang di tempat bapak-ibu. Supaya yang bisa tidak hanya satu orang,” katanya. Hal ini untuk menghindari jika yang bisa hanya satu orang dan kemudian hari dipindahtugaskan, alatnya jadi tidak terpakai. Untuk itu Sesjen juga meminta Kepala Pusat Pengembangan Perfilman (Kapusbangfilm) Maman Wijaya, agar membuat modul yang nantinya dibagikan ke para peserta sebagai panduan.
Kedua, Didik berpesan terkait dana. Untuk mengoperasikan peralatan tersebut memang membutuhkan biaya yang seringkali menjadi kendala. Masalah yang sering muncul adalah karena biaya operasional tidak dianggarkan. Karenanya, ia menyarankan agar instansi penerima bisa bekerja sama dengan lembaga lain, komunitas, maupun perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan demikian, peralatan bisa dimanfaatkan secara meluas.
Terakhir, mantan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (PSMP) ini menginginkan agar disiapkan film-film yang akan diputar sebaik mungkin. Sebaiknya menurut Didik yang diputar nanti adalah film Indonesia, sehingga bisa turut menyosialisasikan film di daerahnya masing-masing. Hal ini akan mendorong perfilman Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Dalam pemberian bantuan tahun ini, sebanyak 51 peralatan perfilman yang terdiri dari 20 alat produksi film, 20 peralatan menonton film, dan 11 mobil bioskop keliling dibagikan. dari jumlah tersebut 13 di antaranya diberikan kepada komunitas perfilman. Dengan ini diharapkan akan mendorong produksi perfilman dan meningkatkan rasa bangga akan film-film Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here