Jakarta/22/07/2021, 50detik.com– Data sensus penduduk tahun 2020 Jumlah remaja (usia 10 – 24 tahun) sebesar 67 juta jiwa atau sebesar 24, % dari total penduduk Indonesia, maka Remaja menjadi Fokus Perhatian penting dalam pembangunan Nasional. Dalam Program Prioritas Nasional BKKBN memiliki kontribusi terhadap Peningkatan Kesehatan Ibu Anak, KB dan Kesehatan Reproduksi (Kespro), dengan fokus strategi salah satunya adalah peningkatan pengetahuan dan akses layanan kesehatan reproduksi bagi remaja.
Acara ini terlaksana atas kerjasama BKKBN dengan *XonCe* sebagai brand Vitamin C dari Kalbe, yang sudah 30 tahun hadir di Indonesia menjaga daya tahan tubuh masyarakat dan mendukung Remaja Indonesia tetap aktif melakukan kegiatan positif melalui sosial media. Ajang ini dinilai oleh tim juri diantaranya adalah Cheryl Antoniette _(Nomine Best of Learning and Education Tiktok Award Indonesia 2020)_ dan Dr. Mario Johan _(Founder of TikDok)_.
Pada kesempatan yang sama Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyampaikan, “Sebetulnya tidak sulit menjadi remaja yang melek kespro bisa dimulai dari yang ringan-ringan di kehidupan sehari-hari itu menarik, sebagai contoh perempuan menstruasi tetapi banyak yang tidak tahu mengenai menstruasi. Kalau ditanya kapan batas umur menstruasi dan mengapa belum menstruasi tapi banyak yg tidak tahu”, ungkap dokter Hasto. “Ada remaja yang tidak tahu anemia, karena mau menikah dia dietnya ketat sekali sehingga anemia, Hb nya rendah sekali setelah itu dia tidak cek Hb waktu nikah, kemudian dia hamil dalam keadaan anemia. Saat ini hampir 43 persen lebih wanita hamil dalam keadaan anemia, anaknya kemudian jadinya stunting. Ini sangat sederhana sekali, karena mereka tidak sadar bahwa kalau menstruasi ternyata mengeluarkan darah kurang lebih 200 cc setiap menstruasi, berarti setelah mengeluarkan darah 200cc asupan gizinya harus cukup supaya tidak anemia”, terang dokter Hasto.
“Ada wanita yang hamil dibawah umur 21 tahun, 14,15,16 tahun sudah hamil, padahal Tuhan menciptakan panggul perempuan dewasa hanya berukuran 10 cm yang sesuai dengan ukuran kepala bayi, tetapi banyak remaja yang tidak mengerti kawin dibawah usia 21 tahun bisa menyebabkan kematian bayi dan pendarahan pada ibu. Dan begitu hamil tulangnya diambil oleh bayinya, remaja perempuan yang sudah hamil dibawah usia 21 tahun tidak bisa tambah tinggi karena tulangnya diambil oleh bayinya, sehingga perempuan itu kalau sudah umur 50 tahun mulai menopause tulangnya keropos sehingga mudah patah ketika jatuh, dan itu ada hubungannya waktu hamil terlalu muda”, ungkap dokter Hasto. (Humas/TWD)
sumber: Biro Umum dan Humas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
