POSO 50detik . Com – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Ir. Ratno Teguh, menyampaikan sikap terkait tanggung jawab mereka terhadap petani kabupaten Poso, di beberapa wilayah yang mengalami kelumpuhan ekonomi akibat lahan sawah pertanianya telah terendam air danau dalam dua tahun terakhir. Kejadian seperti ini belum pernah terjadi di wilayah tersebut.
“ Sebelumnya, seluruh petani di sini sudah hafal kapan air danau itu debitnya akan naik akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Tetapi sekarang kami semua tidak bisa lagi menghitung seperti itu lagi. Air itu telah meluap merendam lahan kami tanpa batas waktu. Dan akibatnya kami semua tidak bisa mengolahnya,” Ujar Kristian Basompe Bernada Kesal
Kejadian ini akhirnya mendapat tanggapan serius dari Dinas pertanian kabupaten Poso. Untuk penanganan kasus tersebut Kadis Pertanian Ratno Teguh telah beberapa kali melakukan kunjungan langsung ke lapangan sekaligus membuat evaluasi terkait solusi penyelesaianya.
“ Kejadian menimpa petani kita di beberapa tempat memang perlu penanganan terhadap mereka yang terdampak langsung naiknya air danau. Kalau di tanya tanggungjawab saya, yaaa sudah pasti membela petani,” Ujar Ratno Teguh menyampaikan sikap.
Di tanya soal solusi bakal di berikan kepada sejumlah petani yang tidak dapat lagi mengolah persawahanya akibat terendam luapan air danau Poso. Kadis Ratno mengatakan bahwa telah di dapat solusi berupa pemberian kompensasi bantuan beras dari PLTA Poso Energy. Beras tersebut akan di berikan kepada mereka yang terdapak luapan air.
“ Dalam waktu dekat ini kompensasi beras segera di bagikan kepada masyarakat Buyumpondoli Kecamatan Pamona Tenggara,” Kata kadis Ratno Teguh
Desa Buyumpondoli adalah satu di antara beberapa desa yang terdampak langsung luapan air danau Poso. Naiknya permukaan air danau Poso, di duga keras adalah dampak langsung dari pembangunan bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso ( 1) milik Poso Energy berlokasi di sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Dampak luapan air danau itu sendiri telah melebar ke beberapa wilayah kecamatan Pamona Bersaudara
Berdasarkan data Per Bulan Juni 2021. Ini sejumlah wilayah dan lokasi pertanian yang terdampak luapan air danau Poso
- Desa Tindoli Kecamatan Pamona Tenggara = 10 HA
- Desa Tolambo Kecamatan Pamona Tenggara = 5 HA
- Desa Toinasa Kecamatan Pamona Barat = 30 HA
- Desa Uranosari Kecamatan Pamona Barat = 15 HA
- Desa Salukaya Kecamatan Pamona Barat = 30 HA
- Desa Meko Kecamatan Pamona Barat = 50 HA
- Desa Panjo Kecamatan Pamona Selatan = 25 HA
- Desa Pasir Putih Kecamatan Pamona Selatan = 15 HA
- Desa Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba = 10 HA
- Desa Buyu pondoli kecamatan Pamona Puselemba = 8 HA
- Desa Dulumai Kecamatan Pamona Puselemba = 15 HA
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Poso Juni 2021
Penulis : Ferdinand Puahadi
