Poltekkes Kemenkes Palu Jurusan Kebidanan Gelar Kuliah Pakar, Tingkatkan Kompetensi Bidan Dalam Kualitas Pelayanan

Palu,50detik.com- Program Studi D3 Kebidanan Palu, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu, menyelenggarakan kuliah pakar di kampus Poltekkes Kemenkes Palu secara luring dan daring, diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi D3 Kebidanan Palu, mahasiswa sarjana terapan kebidanan, serta dosen dan tenaga kependidikan dari Prodi D3 Kebidanan Palu, Prodi Sarjana Terapan Kebidanan, dan Prodi D3 Kebidanan Poso, (12/09).

Ketua Jurusan Kebidanan, Hastuti Usman, S.ST., M.Keb, dalam sambutan yang sekaligus membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa kuliah pakar ini merupakan agenda akademik penting yang menyajikan materi dengan tema dan topik yang tidak terdapat dalam teori pembelajaran di kelas maupun di lahan praktik.

“Tujuan kuliah pakar yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Palu Jurusan Kebidanan yakni peningkatan pengetahuan dalam memberikan informasi terbaru dalam bidang kesehatan dan kebijakan kesehatan kepada mahasiswa dan staf akademik serta pengembangan kompetensi untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja” ungkapnya.

Selain itu Hastuti menambahkan bahwa kuliah pakar ini untuk membangun jaringan profesional antara mahasiswa, dosen, dan praktisi kesehatan sehingga tercipta kesempatan kolaborasi di masa depan.

“Mendorong mahasiswa untuk lebih berinovasi dalam bidang kesehatan dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman dan menciptakan forum bagi mahasiswa dan dosen untuk berdiskusi mengenai isu-isu terkini dalam dunia kesehatan ” katanya.

Masih kata Hastuti untuk mengaitkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di lapangan melalui pengalaman para narasumber dapat menambah ilmu pengetahuan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu.

“Dengan tujuan-tujuan ini, kuliah pakar dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa serta meningkatkan kualitas lulusan Poltekkes Kemenkes Palu dalam menghadapi tantangan di bidang kesehatan” tutup Hastuti.

Pada kesempatan ini, pemateri utama adalah Ibu Fadillah Mochtar, S.ST., M.Kes., M.Keb., yang juga merupakan staf Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Fadillah menyampaikan dua topik penting, yaitu “Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan melalui ANC Terpadu” dan “Pemanfaatan Aplikasi e-Kohort untuk Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).”

Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Fadillah dalam kuliah pakar ini adalah agar tenaga kesehatan KIA dapat meningkatkan kelengkapan dan ketepatan waktu dalam pencatatan dan pelaporan sesuai dengan media yang tersedia oleh pemerintah daerah masing-masing.

“Setiap fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) diharapkan menerapkan pencatatan dan pelaporan berbasis elektronik sesuai dengan amanat Permenkes 24/2022, yang mewajibkan penggunaan rekam medis elektronik, pencatatan dan pelaporan yang efektif dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses surveilans dan pemantauan wilayah setempat, seperti deteksi ibu dan bayi berisiko tinggi serta komplikasi medis. Dengan demikian, kasus-kasus berisiko dapat ditangani lebih awal dan dilakukan rujukan terencana” katanya.

Lebih lanjut, pencatatan dan pelaporan KIA yang baik diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan dinas kesehatan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) berbasis data, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi di masing-masing daerah.

“Selain itu, data ini juga diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan KIA di setiap fasilitas pelayanan kesehatan dan para peserta dapat memperoleh wawasan baru dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya deteksi dini komplikasi kehamilan dan pemanfaatan teknologi dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia” ujarnya.*

Pos terkait