POSO 50detik.com – Masyarakat kabupaten Poso  boleh bernafas lega saat ini  karena  pasien  Covid  19  yang dalam perawatan di  Rumah Sakit Umum (RSU) Poso  telah   mengalami penurunan  tajam  dari  jumlah sebelumnya.

Hal yang sama  terjadi pula pada  pasien isolasi mandiri (Isoman)  sebagai hasil  dari  Swab Antigen.  Sebelumnya  mencapai  seribuan lebih,   tetapi saat ini  jumlah tersebut menukik  turun  menjadi  79 orang.

Penurunan  tajam  jumlah pasien Corona  ini tidak lepas dari   Upaya pemerintah kabupaten  Poso. Melalui  kerja keras satuan tugas (Satgas)  gugus tugas  covid 19 kabupaten,   yang di pimpin langsung   bupati Poso,   dr. Verna GM Inkiriwang,

“Jumlah  pasien rawat inap  di rumah sakit  sesuai dengan data terakhir kami miliki  adalah 19  orang.  Adapun yang Isolasi  mandiri (Isoman)  adalah  79,” Ujar  Musdar  SE, MM   Menjabat sekretaris pada  sekertariat gugus  Tugas covid 19 kabupaten poso.

Pejabat  sekertaris  Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) itu   mengakui  bahwa  berbagai  pentunjuk  teknis  maupun  operasional  lapangan yang  di berikan   dr. Verna   GM Inkiriwang sebagai  ketua  gugus  tugas  covid 19 Poso.

Adalah hal  yang sangat  membantu  mereka  dalam  melakukan perencanaan  kemudian  di melakukan   operasional  lapangan  sesuai  tanggungjawab masing-masing selama ini.

“Kami selalu  intens melakukan rapat  koordinasi   terkait  penanganan covid  19. Pertemuan secara  virtual tersebut, di pimpin  langsung  ibu Verna sebagai ketua  gugus. Dan alhamdullilah  walaupun daerah kita  belum pulih sepenuhnya dari  virus corona tetapi  pasien  yang  terinfeksi  virus sangat mudah menular itu, terus mengalami  penurunan dalam  sebulan terakhir,” aku mantan pejabat  dari Bapeda ini.

Untuk  mengantisipasi  meluasnya penyebaran  Covid  19 ke masyarakat.  Kata Musdar bahwa   selama ini bupati  telah   memilih  menerapkan  sistim tracking  atau  pelacakan kepada  siapapun yang berpotensi  tertular  atau menularkan  virus  corona

“Yang kami lakukan  selama ini adalah  sistim tracking  sesuai  petunjuk  bupati yang juga ketua  gugus tugas covid  19. Dalam pelaksanaan  tracking tersebut  petugas telah   menyebar  dari kabupaten sampai  ke desa, dengan melibatkan  sejumlah  elemen  masyarakat yang tergabung  dalam  relawan covid  19. Langkah  ini ternyata  sangat efektif  dan sudah mulai kita lihat hasilnya sekarang,” Jelas  Musdar.

Tindakan  Tracking,  Tracing,  dan testing itu sendiri  merupakan  langkah  yang lebih  mengutamakan  antisipasi  untuk mengurangi  penyebaran virus. Karena  terapan ini  pula  kabupaten poso sempat  tercatat  sebagai  daerah  yang berhasil  melakukan  tracing  dengan hasil  sangat  baik,  untuk penangan   covid  19.

Terpisah  –  keberhasilan pemerintah  menurunkan  angka   pasien covid 19,  bupati menyampaikan terima kasih kepada masyarakat  atas  kepatuhanya    menjalankan  protokol  kesehatan.  Ia  juga  mengharapkan agar   semua  pihak  jangan  cepat  berpuas  diri  dengan hasil telah  di  peroleh  sekarang.

“ Sebagai  pemerintah   saya  berterima  kasih kepada  seluruh masyarakat  yang sudah  bersedia  memproteksi  diri  dengan mematuhi  protokol kesehatan. Saya  juga  berterima kasih kepada  para medis  dan semua  pihak  yang telah  berpartisipasi  menyumbangkan  pikiran, tenaga, untuk memberantas  virus  corona di Poso.

“ Tetapi  untuk saat ini  kita  kesampingkan dulu  rasa  capek  dan saya berharap kita semua tetap  eksis  melakukan  monotoring   perkembangan  pasien  yang terkonfirmasi  positif  tertular   covid  19.” Kata  dr. Verna  memberi  support  kepada  satgas  pada OPD  di pimpinnya.

Penurunan   jumlah pasien corona  yang di alami   kabupaten poso sekarang.  Adalah  prestasi  yang harus kita apresiasi  kepada  pemerintah khususnya   gugus tugas covid 19 dan para  medis  yang telah  mempertaruhkan nyawa selama  ini  ketika  merawat pasien  yang terkonfirmasi positif covid 19.

Kita juga  berdoa  kepada Tuhan yang Maha  Esa, virus ini segera berakhir  agar aktivitas  masyarakat  dapat berjalan  kembali  seperti sedia kala.  Poso menuju  New Normal***

Penulis : Ferdinand Puahadi