POSO, 50detik.com – Puluhan warga yang mengalami luka berat dan ringan, telah mendapat perawatan medis. Sembilan pasien mengalami luka berat, telah mendapat penanganan melalui operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso.
Adapun dua pasien sebelumnya yang dinyatakan kritis, salah seorang diantaranya tidak dapat tertolong, dan akhirnya meninggal dunia. Kemudian satu pasien lagi, masih dalam di ruang ICU akibat luka serius yang dialami.
Sementara pasien lain, ada yang menjalani perawatan pada puskesmas yang berlokasi di daerah Poso Pesisir.
Adapun yang memerlukan penanganan serius, langsung dirujuk pada rumah sakit Poso, karena mengalami luka serius di bagian kepala, bahkan patah tulang.
Kejadian berawal pada Minggu pagi, (17/8) 2025. Dimana warga setempat, penganut Nasrani, pergi melakukan ibadah di gereja yang berlokasi di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir. Saat ibadah berlangsung, secara tiba-tiba terjadi guncangan gempa berkekuatan M5, 8 Magnitudo. Pada Minggu, (17/8) pagi itu.
Karena panik mereka berteriak dan berhamburan keluar dengan niat menyelamatkan diri. Tetapi di depan pintu gereja yang sempit, rupanya sulit keluar, karena mereka berdesakan di ruang sempit. Malapetaka terjadi, setelah gunting bangunan yang masih terpancang pada bagian atas gereja, tiba-tiba jatuh dan membentur apa saja termasuk sejumlah orang yang masih tertahan di depan pintu.
Dan hampir waktu bersamaan, dinding tembok pun ikut rubuh tak beraturan. Benda keras inilah yang menyebabkan beberapa orang bermandikan darah di tempat itu.
Akibat dari kejadian tersebut, para korban luka, langsung di evakuasi dan dilarikan ke puskesmas terdekat. Tetapi karena luka yang dialami sangat parah, akhirnya mereka di rujuk ke RSUD Poso. Di tempat ini, seorang ibu bernama Katrin Kande, tidak dapat tertolong nyawanya, dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu malam.
Pasca kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC)dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten poso, langsung bergegas ke lokasi bencana, untuk melakukan evakuasi, dan tindakan lain yang diperlukan.
Dari Data yang yang dihimpun Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Poso. Menyatakan ada ratusan rumah yang tersebar di wilayah Poso Pesisir bersaudara, telah mengalami kerusakan dari kategori ringan sampai berat.
“Kami mencatat ratusan rumah penduduk, dan fasilitas umum, telah mengalami kerusakan baik ringan maupun berat,” Ujar Moh. Rum. Senin, (18/8) 2025
Beberapa fasilitas umum yang ikut rusak seperti sekolah, fasilitas kesehatan, termasuk rumah ibadah. Pada umum terjadi pada bagian tembok yang retak bahkan hancur sampai di bagian plafon. Untuk saat ini TRC telah berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan yang diperlukan.
Pasukan orange itu terus menghimbau warga agar tetap waspada karena gempa susulan berskala kecil masih terjadi setelah guncangan M5, 8 Magnitudo yang terjadi pada Minggu pagi.
“Kami telah menyalurkan bantuan yang ada. Dan masih berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa. Selain itu, kami juga terus melakukan pemantauan aktif kepada warga sekitar. Tim terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada sampai daerah dinyatakan aman, ” Jelas Moh. Rum. Senin, (9/8/2025) (Fer)
