Jakarta, 50detik.com– Jumlah penduduk Lansia di Indonesia setiap tahun mengalami perkembangan berdasarkan data BPS 2020. Jumlah penduduk lansia Indonesia diperkirakan telah mencapai 26,82 juta jiwa dari total perkiraan jumlah penduduk (9,92 persen), sehingga penduduk Indonesia mulai berada pada ageing population. Hal ini karena gencarnya pembangunan kesehatan dan sosial ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, sehingga usia harapan hidup penduduk Indonesia mengalami peningkatan.
Dokter Hasto menambahkan, “Lansia banyak sekali permasalahannya seperti pada kelompok lansia perempuan, diantaranya adalah masalah kesehatan, seperti kanker mulut rahim, kanker payudara. Populasi kelompok lansia perempuan ini lebih banyak dibanding populasi kelompok lansia laki-laki, sehingga harapan hidup lansia perempuan lebih panjang. Salah satu yang dihadapi perempuan adalah sindroma menopause. Muncul gejala penurunan gairah seksual, ada _hot flashes_ atau sensasi panas, ada gangguan tidur, ada nyeri saat berhubungan seksual”, tambah dokter Hasto.
Dr. Dr. Tan Shot Yen, M.Hum Dokter dan Ahli Gizi Masyarakat menambahkan, “Ciri-ciri penuaan dini, bukan hanya soal kerut wajah saja tetapi ada beberapa gejalanya kelebihan lingkar pinggang, rontok rambut dan bulu, kering pada kulit, haid tidak teratur, tidur tidak berkualitas karena sering terbangun. Hal ini akan menambah masalah kesehatan pada lansia jika tidak dibarengi dengan pola makan yang tidak benar”, tambahnya.
Deasy Ori Indriowati, S.Psi, M.Si. Psikolog dan Dosen menambahkan, “Saat lansia mampu beraktifitas sendiri, itu adalah hal yang luar biasa. Yakin bahwa meskipun lansia, tapi tetap sehat dan diimbangi dengan pola makan yang sehat, kemudian dukungan dari keluarga tidak bisa dielakkan lagi lansia butuh ¬_support_ butuh diajak komunikasi butuh ditemani agar kebutuhan emosionalnya dan rasa kesepian teratasi bisa merasa bahagia, bijak dan arif dalam menghadapi permasalahan”, ungkap Deasy.
Felly Zumarnis Duta Genre Prov. DKI Jakarta 2018 menyebutkan, “Membangun hubungan yang baik antara lansia dan remaja adalah mengerti satu sama lain dan memenuhi kebutuhan emosional satu sama lain, komunikasi yang efektif dan dua arah lebih terbukanya anak dan orangtua yang sudah lansia bisa lebih merasa diperhatikan dan didengarkan”, ujar Felly. (Humas/TWD)
*Jakarta, 09/06/2021*
*Biro Umum dan Humas*
*Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional*
