Kebiasaan Merakyat, Capres Ganjar Pranowo Menginap di Rumah Warga

Pasangkayu 50dwtik.com- Calon Persiden (Capres) dari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo melanjutkan kebiasaannya yang merakyat sejak 2006 saat ia masih menjadi anggota DPR RI, yaitu menginap di rumah warga. Semua itu dilakukan Ganjar agar bisa lebih intens berkomunikasi dengan warga.

Setiap berkunjung ke daerah, Ganjar memanfaatkan waktunya dengan mendengarkan dan menyerap aspirasi warga. Menginap di rumah warga, bagi Ganjar merupakan cara yang efektif untuk bisa merasakan dan mendengar langsung keluhan warga.

Seperti ketika dia mendatangi Kampung Nagrog l, Desa Muncang, Kecamatan Sodonghilir, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Senin (9/10/2023) malam. Ganjar rela menempuh perjalanan lebih dari dua jam dari Kota Tasikmalaya ke Kampung Nagrog.

Setibanya Ganjar di Desa Muncang merupakan desa terpencil di Jawa Barat. Di sambut riang warga, bagaimana tidak caper dari kader PDIP itu sangat dikenal Merakyat dan Ganjar juga telah mewujudkan harapan warga yang puluhan tahun mendambakan air bersih.

Di kampung itu, Ganjar membangun instalasi air artesis sehingga warga kini tak perlu mengangkut air dari sumber yang jauh jaraknya.

Setelah itu, Ganjar diajak warga makan malam bersama-sama. Kemudian dilanjutkan dengan  dialog bersama warga hingga tengah malam. Usai dialog dengan warga, Pasangan Mahfud MD itu kemudian bermalam di rumah warga.

Dosen Psikologi Sosial, Departemen Psikologi FISIP Universitas Brawijaya, Sukma Nurmala, S.Psi., M.Si. Ia mengatakan, dialog langsung lalu menginap di rumah warga sangat efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dengan menginap di rumah warga, Ganjar bisa bertukar informasi dengan warga secara lebih personal.

“Ganjar dapat menjalin komunikasi interpersonal dengan tuan rumah, keluarganya, dan warga setempat yang terlibat dalam pembicaraan tersebut,” kata Sukma saat dihubungi, Rabu 22 November 2023.

Saat berbaur dengan warga, Ganjar dapat menyampaikan rencana program yang konkret ke bermanfaat bagi masyarakat secara langsung. Informasi terkait dengan program bisa disampaikan secara transparan dalam bahasa yang mudah dimengerti.

“Menyampaikan pada warga perihal program konkrit yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan jika kedepannya menjadi Presiden,” jelasnya.

Dengan menginap di rumah warga, Ganjar bisa melakukan need assessment atas kebutuhan warga di wilayah tersebut. Ganjar bisa mengetahui kebutuhan utama dan prioritas warga, serta melakukan identifikasi permasalahan yang dihadapi warga di wilayah tersebut.

Dengan pendekatan partisipatif, Ganjar bisa memperoleh masukan dan keterlibatan warga dalam pengembangan program yang nantinya direalisasikan.

“Komunikasi yang efektif semacam ini dapat membantu membangun dukungan dan partisipasi warga,’ jelasnya.

Dari seluruh masukan yang didapat ketika menginap di rumah warga, digunakan Ganjar untuk menyusun tujuan dan sasaran yang akan direalisasikan secara tepat. Berikut juga menentukan anggaran nya serta SDM yang dibutuhkan dan keterlibatan pihak-pihak terkait yang akan mendukung program.

Hasilnya, Ganjar dapat mempertimbangkan aspek keberlanjutan program, terutama dari sumber pendanaan dan keterlibatan masyarakat serta indikator keberhasilan dan sistem evaluasi.

Sebelumnya, Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga, Prof Dr. Henri Subiakto, Drs., S.H, M.Si menilai apa yang dilakukan Ganjar Pranowo, menunjukan bahwa Ganjar seorang pemimpin yang tidak berjarak dengan masyarakat kecil. Hal itu, berbeda dengan dua pasangan capres yang lain.

“Saya melihat bahwa apa yang dilakukan Pak Ganjar untuk masuk ke rumah-rumah warga yaitu menunjukkan bahwa beliau satu orang yang tidak berjarak dengan masyarakat kecil, masyarakat biasa. Karena memang asal-muasal Pak Ganjar sendiri adalah masyarakat biasa. Karena agak beda dengan capres yang lain maupun cawapres yang lainnya,” kata pakar bidang komunikasi poltik ini saat dihubungi belum lama ini.

Selain itu, Guru besar dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Iswandi Syahputra, SAg, MSi. Dia berpendapat, kebiasaan menginap yang dilakukan Ganjar Pranowo menjadi cerminan karakter asli Ganjar.

“Yang pertama, karena ini bukan saja menjelang pilpres, tapi sudah terjadi bahkan sebelum dan setelah dia menjadi Gubernur Jawa Tengah. Itu menunjukkan tiga hal. Yang pertama itu karakter genuine, jadi karakter aslinya, dia memang begitu. Orang yang memang dekat dengan kehidupan rakyat kecil,” kata Iswandi.

Pos terkait