Laporan : Mulyadi T Bua /Tim

Luwuk50detik.com-Beredar Kabar tentang adanya sarana kesehatan berupa Laboratorium Mobile Swab (LMS) yang diadakan oleh Pemda Banggai dibiarkan begitu saja dan bahkan tidak sama sekali dioperasikan.

Rumor yang sempat menyita perhatian publik membuat para pewarta di Luwuk, tergerak untuk menelisik lebih jauh hal tersebut.

Agar tidak terjadi polemik ditengah masyarakat Banggai khususnya di Kota Luwuk redaksi 50detik.com, mengkroscek langsung keberadaan Laboratorium Mobile Swab, yang menurut informasi berada di unit perawatan darurat (Sementara-red) Covid 19 di kawasan Halimun. Ternyata benar adanya.

Namun, untuk memastikan apakah Laboratorium Mobile Swab yang bentuknya sama dengan petikemas memang benar laboratorium dimaksud. Sejumlah wartawan menemui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Anang S. Otolua di kantornya, Rabu (23/12/2020).

Dalam kesempatan itu dia menjelaskan, bahwa pemerintah Banggai apalagi gugus tugas Covid hingga kini belum memiliki laboratorium swab seperti rumor yang beredar.

Buktinya hasil pengambilan sampel pasien yang diduga terpapar Covid 19 di Kabupaten Banggai, masih dikirim di laboratorium yang berada di Kota Palu (Sulteng) dan Makassar (Sulsel).

“Sejauh ini kami masih mengirim sampel pemeriksaan ke Makassar atau Palu,” ujarnya.

Closing statemen, Anang menyebutkan bahwa alat swab yang dimaksud baru diusulkan pada anggaran tahun 2021. “Alat swab kita sementara baru diusulkan di APBD 2021,” tandas Anang.***