Jakarta, 50detik.com– Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmen dunia usaha untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan jajaran Kadin Indonesia, Kadin provinsi se-Indonesia, serta berbagai asosiasi usaha bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Presiden kepada dunia usaha untuk berdialog langsung terkait arah pembangunan ekonomi nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan. Ini merupakan penghormatan luar biasa bagi kami dari Kadin Indonesia, Kadin provinsi, dan asosiasi-asosiasi yang hadir,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kadin menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus wadah dunia usaha sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri.
Kadin berkomitmen menjalankan prinsip ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan, gotong royong, demokrasi ekonomi, serta ekonomi kerakyatan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
“Kadin adalah mitra strategis pemerintah dan wadah dunia usaha. Di dalamnya ada UMKM, koperasi, BUMN, usaha besar, baik pusat maupun daerah,” kata Anin.
Optimistis Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Dalam kesempatan tersebut, Kadin menyampaikan bahwa dunia usaha tetap optimistis menghadapi berbagai dinamika ekonomi global.
Menurut Anindya, fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan kondisi yang positif dengan pertumbuhan yang terjaga dan inflasi yang terkendali.
“Kondisi saat ini bukan hanya tantangan sementara, tetapi merupakan kondisi baru yang harus kita sikapi bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil kunjungan Kadin ke berbagai daerah menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Pertumbuhan ekonomi daerah, menurutnya, tidak hanya ditopang oleh APBN dan APBD, tetapi juga oleh aktivitas sektor swasta, investasi, serta kreativitas pelaku usaha lokal.
Empat Program Prioritas Kadin
Dalam pertemuan itu, Kadin juga memaparkan empat program prioritas atau quick wins yang disiapkan untuk mendukung agenda pemerintah.
Program pertama adalah penguatan sektor energi melalui Satgas Energi Kadin guna mendukung ketahanan energi nasional.
Kedua, pengembangan sektor kesehatan melalui Satgas Kesehatan Kritis yang bertujuan mendorong peningkatan industri kesehatan nasional.
Ketiga, program pelatihan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Keempat, dukungan terhadap program perumahan rakyat, termasuk program pembangunan tiga juta rumah yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.
“Kami membawa program-program ini sampai ke daerah agar masyarakat memiliki kesempatan ikut berpartisipasi dalam program ekonomi nasional,” ujarnya.
Dorong Investasi dan Rantai Pasok Global
Selain penguatan ekonomi domestik, Kadin juga mendorong peningkatan investasi dan industrialisasi melalui diplomasi ekonomi.
Anindya menyampaikan bahwa berbagai kunjungan luar negeri dilakukan untuk mencari mitra strategis investasi dan memperluas peluang industri nasional.
“Kami hadir untuk mencari mitra investasi dan membuka peluang industrialisasi,” katanya.
Kadin juga memperkenalkan platform teknologi berbasis supply chain yang bertujuan memetakan berbagai produk Indonesia yang telah menjadi bagian dari rantai pasok industri global
Platform tersebut tidak hanya berfungsi sebagai katalog produk, tetapi sebagai sistem yang menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan pasar nasional maupun internasional.
Menurut Kadin, masih banyak produk Indonesia yang memiliki potensi besar untuk masuk lebih jauh dalam rantai pasok dunia.
“Di dalam angka ekspor Indonesia terdapat banyak bagian kecil yang merupakan supply chain dan para pelaku usaha yang sudah berkontribusi. Tugas kita adalah meningkatkan pembelian dan penjualan produk-produk tersebut,” ujarnya.
Gufran Ahmad: Kadin Sulteng Siap Ambil Peran
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Kadin Sulawesi Tengah, Ir. Gufran Ahmad, turut hadir bersama jajaran Kadin provinsi lainnya untuk mendengarkan langsung arahan Presiden Prabowo Subianto.
Gufran mengatakan, arahan Presiden dan Ketua Umum Kadin Indonesia menjadi energi positif bagi Kadin daerah untuk terus memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia usaha.
“Arahan Bapak Presiden dan Ketua Umum Kadin Indonesia menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Kadin Sulawesi Tengah siap mengambil peran aktif dalam mendukung program pemerintah, meningkatkan investasi, memberdayakan UMKM, serta memperkuat keterlibatan pelaku usaha di daerah,” ujar Gufran.
Menurutnya, kerja sama pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Keanggotaan Kadin Indonesia, Widianto Saputra, berharap kehadiran Kadin provinsi seluruh Indonesia di Istana Negara dapat menjadi momentum memperkuat organisasi dan meningkatkan partisipasi dunia usaha.
“Kehadiran Kadin provinsi seluruh Indonesia di Istana ini diharapkan memberikan semangat untuk menambah jumlah anggota dan mengajak dunia usaha agar mau bergabung bersama Kadin,” ujar Widianto.
Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, Kadin optimistis dapat menjadi bagian penting dalam mendorong Indonesia menuju ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing global.(andi amal)
