Donggala 50detik.com– Siapa sangka masker menjadi barang kebutuhan yang diburu konsumen. Masker berubah menjadi kebutuhan dan tren berpakaian di tengah pandemik virus korona. Bukan hanya itu, masker menjadi media promo program menarik.

“Kita ke Donggala pakai masker berlogo BKKBN”, usul Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Maria Ernawati sebelum bertolak ke Banawa, Kabupaten Donggala untuk bersilaturhami dengan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Donggala, Selasa (28/4/2020).

BKKBN membuat ribuan masker kain untuk dibagikan ke masyarakat umum dengan menampilkan pesan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (banggakencana) seperti GenRe, jaga jarak 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki, dan gerakan cegah putus pakai kontrasepsi.

Program Banggakencana merupakan salah satu program rebranding BKKBN, yang sebelumnya bernama program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).
Selain bersilaturhami dengan Kepala Dinas PPKB Donggala Lasamudia, pada kunjungan perdananya ke Donggala, Erna berkunjung ke Pasar Ganti untuk mempromosikan program banggakencana dan membagikan masker kain. Dan mengunjungi Balai Penyuluhan KB di Desa Salubomba Kecamatan Banawa Tengah.

Kegiatan pembagian masker dan sosialisasi banggakencana di Donggalan digagas BKKBN bersama remaja dari Forum Generasi Berencana (GenRe) Sulawesi Tengah dan Forum GenRe Donggala.

Di Pasar Ganti, Erna menyapa dan berbincang-bincang dengan beberapa pedagang tentang program keluarga berencana, manfaat masker, dan cara menggunakan masker di tengah pandemik korona.

Jufri, seorang pedagang ayam potong, yang diajari menggunakan masker, mengaku bahwa sejak wabah virus korona melanda maka permintaan ayam menurun.

Kasma, seorang pedagang lainnya, setelah diberikan masker kain, ia mendapatkan nformasi pentingnya keluarga berencana untuk mengatur jarak kehamilan. Erna langsung memberikan informasi mengenai alat dan obat kontrasepsi (alokon) yang cocok.

Katanya, ada 7 alokon BKKBN, yaitu pil, suntik, kondom, IUD, implant, vasektomi, dan tubektomi.

Penulis: Bramanda Noya, kasubbag umum & humas BKKBN Sulteng