LAPORAN: Sulaiman

BUOL. 50detik.com– Geger adanya aksi warga Buol yang mengpil paksa jenazah yang diduga covid-19 di RSUD Mokoyurli Buol, Rabu malam (18/8), sekitar pukul 20.00 WITA

Keluarga pasien tidak menerima almarhumah meninggal akibat covid, sebab almarhumah masuk rumah sakit akibat kanker, karena alasan itu, keluarga almarhumah bersama ratusan warga ikut menjempit paksa jenazah yang terbaring diatas ranjang milik rumah sakit dan selanjutnya membawanya ke rumah keluarga di tanjung keluarahan Buol.

Keluarga pasien beserta ratusan warga lainnyapun marah dan mengamuk sembari mengobarik abrik fasilitas medis RSUD Mokoyurli Buol.

Pantauan media ini menunjukkan, aksi pengambilan paksa jenazah tersebut dibawa sekaligus dengan ranjang milik rumah sakit. Dan saat aksi penjemputan berlangsung terjadi suasana gaduh dan kacau, karena massa yang datang secara tiba tiba dengan puncak kemarahan yang tidak dibendung.

Melihat suasana seperti itu, para tenaga medis yang bertugas malam itu jadi panik, bahkan ada diantaranya yang berteriak histeris tanpa sadar dan selanjutnya keluar menghindari amukan massa yang merusak fasilitas rumah sakit.

Sejumlah sumber berpendapat, amuk massa yang terjadi terkait penjemputan paksa jenazah yang klaim akibat Covid 19, itu, sebagai wujud kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan RSU Mokoyurli. Karena selama ini, setiap ada pasien yang meninggal di rumah sakit karena menyebab penyakit bawaan lainnya, selalu diklaim kalau penyebab pasien itu, meninggal akibat terpapar Covid 19.

“Pasien meninggal dan dijemput paksa tadi malam (Rabu malam-red), sakitnya bukan karena Covid melainkan awalnya almarhum menderita penyakit kanker. Itu masalahnya, dan kejadian ini sebagai akumulasi dari kekecewaan masyarakat” ujar salah seorang keluarga kepada media ini.

Terkait kejadian itu, upaya pengamanan dapat dilakukan personil polres buol, setelah massa telah berhasil membawa jenazah tersebut, ujar Humas Polres Buol, Eka Putra kepada media ini