Laporan: Darmawan

Pasangkayu,50detik.com- Ditengah pandemi covid-19, Anggota DPRD Pasangkayu memantau ketersediaan sembako di sejumlah Pasar Tradisional di Kabupaten Pasangkayu. salah satunya pasar yang dipantau yaitu Pasar Tradisional Randomayang, di Desa Randomayang Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu  sabtu (28/3) pagi.

Angota DPRD Pasangkayu yang turun itu diantaranya Ketua DPRD Pasangkayu, Alwiaty, Muslihat, Jurana, Muh Andi Yusuf, Herman Yunus, dan Abd Muis. Beberapa wakil rakyat memantau ini dipimpin langsung ketua DPRD Pasangkayu. Mereka memantau sejumlah pasar desa tradisional yang ada di pasangkayu ini untuk memastikan ketersediaan sembako dan harga aman dan masih stabil.

Ketua Komisi II DPRD Pasangkayu, Muslihat Kamaluddin S.Sos. MSi, mengatakan, berdasarkan hasil pantauan, bahan pokok seperti beras masih terbilang cukup ditengah adanya ancaman pandemi virus corona.”Untuk beras kita masih terbilang cukup, bahan pokok lainnya juga tidak terbilang tinggi, meski ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan,” Katanya kepada 50detik.com

Dikatakan bahan pokok yang mengalami kenaikan adalah gula pasir. Itupun kata dia, harganya juga bervariasi di beberapa pasar yang sudah dikunjungi. ”Harga bahan pokok masih dikisaran seperti yang kemarin-kemarin. Kalau gula pasir, ada yang Rp19.000, ada yang Rp 20.000 juga ada yang masih dikisaran Rp 16.000 perkilonya,” jelasnya.

Menurut wakil rakyat dari Partai PAN ini, yang perlu dipikirkan saat ini, adalah mengenai suplay sayuran ke pasar-pasar karena mengalami keterlambatan.”Mungkin masalah transportasi atau persoalan apa?, itu yang perlu kita diskusikan, karena ini yang terjadi setelah kami kunjungan di Pasar Randomayang ini,” urainya.

Menurutnya dari hasil pemantauan DPRD di sejumlah pasar tradisonal ini, selanjutnya akan dilakukan rapat bersama dengan beberapa OPD terkait, sehingga dapat menentukan langkah-langkah kongkrit yang diambil.”Misalnya ada sembako yang dianggap kurang suplainya, itu kita rapatkan kembali karena perlu penangan serius dari pemerintah,” terangnya.

Mantan Anggota Komisioner KPU Mamuju Utara (sebelum berganti nama Pasangkayu) ini, menambahkan bahwa pemantauan stok sembako dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan di tengah Covid-19.”Jadi kita ini, sistemnya terpadu, selain DPRD semua OPD terkait juga terlibat dalam pemantau stok dan harga sembako di pasar,” pungkasnya.