Ratusan Warga Berpakaian Hitam Duduki Perkebunanan Sawit meminta PT. Mamuang Hentikan aktifitas panen (50detik.com/mawan)

Laporan: Darmawan

Pasangkayu,50detik.com-Ratusan warga berpakaian hitam menduduki perekebunan kelapa sawit milik PT. Mamuang. Mereka meminta pihak perusahaan untuk menghentikan semua aktifitas diatas lahan sekitar 4000 an hektare yang dikuasia anak perusahaan PT. Astra Agro Lestari itu.

Pada Senin (15/6/20) pagi, rantusan warga yang di koordinatori oleh Daeng Nanjeng  pakaian serba hitam hitam bertulis Kesatuan Masyarakat (KM) itu mengklaim bahwa tanah seluas 4000 hektare di Kabupaten Pasangkayu Sulbar yang saat ini dikelolah perusahaan sawit adalah tanah mereka yang di ambil paksa oleh perusahaan sawit tersebut.

Saat akan melakukan aksi protes, untuk mengusir para karyawan  perusaan yang memanen buah sawit, pihak perusaahan datang mempertanyakan dasar masyarakat melakukan klaim dan upaya pendudukan di atas lahan perkebunan terjadi saling tegang antara pengunjuk rasa dengan pihak manejemen PT mamuang.

Perusahaan bersikuku warga tidak punya hak atas lahan 4000 hektare yang diklaim warga sebagai miliknya. Sementara warga mengklaim tanah tersebut sudah dimenangkan melalui pengadilan dan diperkuat dengan rekomendasi gubernur sulawesi barat. Warga pun menantan pihak perusaan untuk menunjukkan bukti bahwa lahan tersebut milik mereka namun pihak perusaan justru saling debat.

Menurut salah satu massa aksi Negah lodra, Pada 13 tahun lalu PT. Mamuang merampas secara paksa tanah milik warga seluas 4000 taktare yang berisi tanaman coklat dengan alasan masuk HGU mengunakan kekuatan aparat. Karena tak berdaya menghadapi intimidasi dan ancaman, warga terpaksa meninggalkan kebun mereka dan hanya dapat menyaksikan tanaman coklat mereka diratakan tanah oleh pihak perusahaan.

“Kami diberlakukan kayak binatang oleh oknum aparat dan orang-orang perusahaan. Untuk itu, hari kami akan ambil hak kami apapun caranya dan kami siap menghadapi perusahaan.” katanya menceritakan peristiwa saat tanah mereka dirampas paksa oleh pihak perusaaanbeberapa tahun lalu.

Selain menyampaikan protes kepada manajemen PT. Mamuang massa aksi juga melakukan konfoi keling afdeling dengan menggunakan pengeras suara meminta para karyawan panen PT mamuang menhentikan aktifitas dalam kebunan  sawit.

Sementara itu, pihak manajemen PT Mamuang yang berada dilokasi saat dimintai tanggapannya terkait aksi tuntutan warga enggang  memberikan tanggapan dilokasi.