Danrem 142/Tatag Resmikan Jembatan Beton Martasari Pasangkayu

Oplus_131072

Pasangkayu,50detik.com–Komandan Korem (Danrem) 142/Tatag Brigjen TNI Hartono meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Jumat (21/8/2026) sore.

Peresmian jembatan ditandai gunting pita di jembatan yang dibangun melalui program Presiden Prabowo Subianto tersebut disaksikan pemerintah dan masyarakat Desa Martasari.

Kehadiran Danrem 142/Tatag bersama rombongan disambut para siswa dan siswi sekolah dasar dengan membawa bendera Merah Putih.

Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono menjelaskan, Jembatan Perintis yang dibangun TNI AD terdiri atas tiga tipe, yakni jembatan gantung, jembatan Aramco dan jembatan beton.

Jembatan yang dibangun di Desa Martasari merupakan tipe jembatan beton.

“Untuk di Sulawesi Barat yang dikerjakan ada sebanyak 53 titik, sementara di Pasangkayu ada 6 titik dan 4 titik sudah selesai dan akan terus bertambah sampai akhir Desember,” ujar Danrem.

Danrem meminta pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten berkomunikasi dengan Babinsa terkait lokasi yang membutuhkan pembangunan jembatan.

Setiap usulan nantinya akan direkap secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi kebutuhan masyarakat.

Jembatan yang diusulkan harus benar-benar menjadi akses perintis yang mampu menunjang berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Danrem juga berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar menjaga serta merawat jembatan yang telah dibangun TNI AD.

“Jembatan ini harus dijaga dan dirawat agar bisa dimanfaatkan lebih lama oleh masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Martasari I Wayan Arta Iyasa mengatakan, masyarakat sangat mengapresiasi program Presiden Prabowo yang dikerjakan TNI AD melalui jajaran Kodim 1427/Pasangkayu bersama personel Yon TP 874/VSG.

Selain itu, Kades Martasari juga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses antardusun.

I Wayan Arta Iyasa mengungkapkan, sejak menjabat sebagai kepala desa pada 2022, dirinya telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan pemerintah mulai tingkat provinsi hingga kabupaten terkait kebutuhan pembangunan jembatan di wilayahnya.

Jembatan yang kini dibangun TNI AD menjadi salah satu akses penting untuk membuka konektivitas antardusun di Desa Martasari.

“Setelah terbangun Jembatan ini secara otomatis Martasari ini konektivitas nya sudah terhubung semua, baik ke Desa Pedanda, Desa Malei dan sebelahnya itu sudah terhubung,” ungkapnya.

Tak hanya menghubungkan wilayah, keberadaan jembatan juga memudahkan masyarakat membawa hasil pertanian dan perkebunan.

Sebelumnya, warga harus memikul hasil panen dengan menyeberangi sungai. Kini, akses tersebut dapat dilalui kendaraan sehingga proses pengangkutan hasil panen menjadi lebih mudah.

Ditempat yang sama, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Pasangkayu, Suhardi, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan jajaran TNI AD yang membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil.

Ia juga mengapresiasi Danrem 142/Tatag dan Dandim 1427/Pasangkayu yang menentukan lokasi Martasari sebagai salah satu titik pembangunan jembatan.

Pembangunan jembatan di Desa Martasari, kata Asisten II, membuka akses masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ekonomi, khususnya bagi petani dan pekebun.

Salah seorang warga Desa Martasari, Nyoman Sukerta, menyampaikan terima kasih atas program Presiden Prabowo yang dikerjakan TNI AD.

Menurutnya, keberadaan jembatan membuat masyarakat lebih mudah mengakses lokasi perkebunan sekaligus mengangkut hasil panen.(*)

Pos terkait